Kota Mataram

Harga Dexlite Naik, Operasional Sampah Mataram Butuh Tambahan Rp1,4 Miliar

Mataram (NTBSatu) – Lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mulai berdampak serius pada pembiayaan pelayanan publik di Kota Mataram.

Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Mataram memprediksi anggaran operasional pengangkutan sampah akan mengalami defisit hingga akhir tahun 2026 akibat kenaikan harga Dexlite yang cukup signifikan.

Kepala Dinas LH Kota Mataram, Nizar Denny Cahyadi mengungkapkan, pihaknya membutuhkan tambahan anggaran sedikitnya Rp1,4 miliar.

IKLAN

Dana ini untuk menutupi selisih harga bahan bakar agar 38 armada pengangkut sampah tetap bisa beroperasi normal hingga Desember mendatang.

“Memang kemarin sudah kita hitung, itu sampai akhir tahun kita kekurangan sekitar kalau dengan harga sekarang ya kita kekurangan sekitar Rp1,4 miliar untuk Dexlite,” ujar Denny, Minggu, 17 Mei 2026.

Imbas Penyesuaian Harga BBM

Berdasarkan data terbaru, harga Dexlite di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), termasuk Mataram, kini menyentuh angka Rp26.000 per liter. Kenaikan ini berlaku efektif sejak penyesuaian harga BBM nonsubsidi pada awal Mei lalu.

IKLAN

Sebelumnya, harga Dexlite berada di angka Rp23.600 per liter. Dengan kenaikan sebesar Rp2.400 per liter, beban operasional harian untuk puluhan truk sampah yang melakukan ritase hingga empat kali sehari tersebut membengkak di luar estimasi anggaran murni.

Denny menjelaskan, saat ini anggaran yang tersedia baru mencapai sekitar Rp10 miliar, sementara total kebutuhan operasional dengan harga baru diprediksi menembus Rp11,4 miliar.

Kekurangan ini direncanakan akan diajukan melalui mekanisme Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P).

DLH Kota Mataram berkomitmen untuk tetap menjaga ritase pengangkutan sampah di seluruh wilayah Mataram. Tujuannya, agar tidak terjadi penumpukan di titik-titik pembuangan sementara (TPS), sembari menunggu kepastian penyesuaian anggaran tersebut.

“Ini akan kita ajukan di anggaran perubahan untuk penambahannya. Semoga saja harga turun, normal lagi, maka kita nambahnya di APBD-P nanti tidak terlalu besar,” pungkas Denny. (*)

Artikel Terkait

Back to top button