Jelang Iduladha, Lapak Hewan Kurban di Rembiga Ramai Pembeli
Mataram (NTBSatu) – Menjelang Hari Raya Iduladha, penjualan hewan kurban di Kota Mataram mulai menggeliat.
Sejumlah lapak musiman di kawasan Rembiga mulai dipadati calon pembeli yang mencari kambing untuk kurban.
Hari Raya Iduladha tahun ini jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026, bertepatan dengan 10 Dzulhijjah 1447 Hijriah.
Menjelang perayaan tersebut, permintaan hewan kurban mulai mengalami peningkatan di sejumlah lapak penjualan.
Salah seorang pengelola lapak, Hariadi, mengatakan penjualan sudah mulai sejak beberapa hari terakhir. Meski baru lapaknya baru, sejumlah kambing telah terjual dan minat masyarakat terus meningkat.
“Harga tahun ini memang sedikit naik karena dari peternak juga sudah naik,” ujarnya, Minggu, 17 Mei 2026.
Kambing yang ia jual berasal dari peternak di wilayah Lombok Tengah. Harga jualnya bervariasi, mulai Rp2 juta hingga Rp3,7 juta per ekor, tergantung ukuran dan kondisi hewan.
Selain penjualan, lapak tersebut juga menyediakan fasilitas penitipan hewan bagi pembeli hingga mendekati hari penyembelihan. Pembeli dapat menitipkan kambingnya sampai H-2 Iduladha dengan biaya penitipan berdasarkan kesepakatan.
Untuk menjaga kondisi hewan tetap sehat, penjaga lapak turut mengawasi kambing selama 24 jam, termasuk memastikan ketersediaan pakan dan kebersihan kandang.
Hariadi mengaku optimistis penjualan tahun ini dapat menyamai bahkan melampaui capaian tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 60 ekor kambing. Saat ini, stok awal yang tersedia sebanyak 62 ekor.
“Biasanya pembelian paling ramai itu H-5 sebelum lebaran,” katanya.
Lakukan Pengawasan
Sementara itu, Dinas Pertanian Kota Mataram memastikan, akan melakukan pengawasan kesehatan hewan kurban secara menyeluruh. Baik sebelum maupun saat proses penyembelihan berlangsung.
Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram, Lalu Johari, mengatakan petugas bersama dokter hewan akan turun langsung ke lokasi penyembelihan untuk memeriksa kondisi hewan kurban.
Menurutnya, salah satu temuan yang paling sering saat pemeriksaan adalah cacing hati. Namun, masyarakat diminta tidak khawatir karena bagian yang terinfeksi saja yang akan dibuang dan tidak dikonsumsi.
“Biasanya itu kita temukan setelah penyembelihan. Jadi nanti dokter hewan dan tim akan melakukan pemeriksaan langsung di lokasi,” ujar Johari.
Selain melakukan pengawasan, pemerintah melalui Dinas Pertanian juga memberikan sertifikat kesehatan bagi hewan kurban yang telah lolos pemeriksaan kesehatan.
Sertifikat tersebut menjadi penanda bahwa hewan dalam kondisi sehat dan layak untuk dikurbankan.
Dinas Pertanian Kota Mataram juga mengimbau masyarakat agar lebih teliti dalam memilih hewan kurban.
Masyarakat diminta memperhatikan kondisi fisik hewan, mulai dari kesehatan kulit, kondisi gigi, hingga memastikan hewan cukup umur dan memenuhi syarat untuk dikurbankan.
“Ketelitian masyarakat dalam memilih hewan kurban penting untuk memastikan hewan yang dikurbankan dalam kondisi sehat dan aman untuk konsumsi,” pungkas Johari. (*)




