Kota Mataram

Wali Kota Mataram Prioritaskan Menara Pengawas Pantai Pascainsiden Tenggelamnya Dua Anak di Pantai Ampenan

Mataram (NTBSatu) — Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, memprioritaskan pembangunan menara pengawas dan kontrol pantai, setelah insiden tenggelam yang merenggut nyawa dua anak di pesisir Pantai Ampenan.

Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram memasukkan rencana tersebut ke dalam anggaran perubahan, sebagai langkah memperkuat sistem keselamatan kawasan pesisir.

Mohan mengatakan, fasilitas itu memiliki peran penting untuk memantau aktivitas masyarakat. sekaligus mendukung penanganan darurat saat terjadi bencana atau kecelakaan laut.

IKLAN

“Saya ingin membangun menara pengawas dan sekaligus menara untuk mengontrol yang ada di situ, di Bintaro. Saya minta supaya di anggaran perubahan ini sudah bisa untuk itu,” ujar Mohan, Senin, 8 Juni 2026.

Menurut Mohan, menara pengawas tidak hanya berfungsi sebagai titik pemantauan, tetapi juga menjadi pusat penyampaian informasi dan koordinasi ketika terjadi keadaan darurat.

“Sangat-sangat penting itu keberadaan fasilitas itu. Karena bisa menjadi sumber suara ketika terjadi peristiwa kebencanaan yang ada di situ,” katanya.

IKLAN

Pemkot Mataram menugaskan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk menyiapkan pembangunan fasilitas tersebut.

Langkah itu muncul setelah tragedi tenggelam yang terjadi pada akhir Mei 2026. Tim SAR Gabungan melakukan pencarian terhadap dua anak yang terseret ombak pada lokasi berbeda di pesisir Pantai Ampenan.

Korban pertama, Pietro Lionel Alesandro Seda (13), terseret arus di Pantai Skip pada Jumat, 29 Mei 2026. Tim SAR menemukan korban pada Sabtu, 30 Mei 2026.

Korban kedua, Anindita Mantika Muslim (9), hanyut di Pantai Karang Buyuk pada hari yang sama. Tim SAR mengevakuasi korban pada Minggu, 31 Mei 2026.

Setelah menemukan dan mengevakuasi kedua korban, Tim SAR Gabungan menutup operasi pencarian. Tragedi tersebut mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat pengawasan dan meningkatkan fasilitas keselamatan pantai guna mencegah kejadian serupa. (*)

Artikel Terkait

Back to top button