Tim Akuatik Kota Mataram Pecahkan Rekor Baru Porprov NTB
Mataram (NTBSatu) – Tim Cabang Olahraga (Cabor) akuatik kota Mataram memecahkan delapan rekor sekaligus dalam dua hari pertandingan.
Tim tersebut juga menjadi juara pada cabor tersebut di Porprov XII NTB 2026. Dominasi itu menunjukkan keberhasilan pembinaan atlet usia muda, bukan sekadar keberuntungan di arena lomba.
Atlet muda, Laras Ajeng Nareswari, menjadi sorotan utama. Ia memecahkan rekor nomor 100 meter gaya kupu-kupu putri dengan catatan waktu 1 menit 11,09 detik. Catatan itu melampaui rekor Annisa Nurjanah Djaelani yang bertahan sejak Porprov 2023.
Laras kembali memecahkan rekor pada nomor 50 meter gaya bebas putri. Ia finis dalam waktu 28,32 detik, menggeser rekor Putri Angkie yang bertahan sejak 2018.
Dominasi Kota Mataram berlanjut melalui Rayya Nesya Aura. Rayya mencetak rekor baru nomor 50 meter gaya dada putri dengan waktu 35,41 detik. Ia juga memperbarui rekor nomor 100 meter gaya dada putri dengan catatan 1 menit 18,11 detik. Kedua rekor tersebut sebelumnya juga menjadi milik Putri Angkie sejak 2018.
Tak berhenti di situ, Nengah Nandini Nariswari mempertajam rekornya sendiri pada nomor 100 meter gaya punggung putri. Di sektor putra, Komang Arya Budiwijaya memecahkan rekor nomor 50 meter gaya kupu-kupu dengan waktu 27,05 detik. Sementara Aisyah Putri Oktafiani memperbarui rekor nomor 50 meter gaya kupu-kupu putri.
Kota Mataram juga memecahkan dua rekor estafet, yakni nomor 4×50 meter gaya ganti putra dan putri. Rentetan rekor tersebut berbanding lurus dengan perolehan medali. Kontingen akuatik Kota Mataram menutup pertandingan dengan raihan 13 medali emas, 13 perak, dan 10 perunggu.
Disiplin Latihan Jadi Kunci
Pelatih Akuatik Kota Mataram, Triyono Masyhury Oe menilai, hasil tersebut sesuai dengan target yang mereka siapkan sejak awal. “Performa anak-anak sudah sangat bagus. Hampir semua nomor menghasilkan medali emas,” ujarnya, Sabtu, 18 Juli 2026.
Sementara itu, Manajer Akuatik Kota Mataram, Mulyanto menyebut, pencapaian itu lahir dari disiplin latihan yang panjang. Ia mengungkapkan, para atlet rutin berlatih sejak pukul 05.00 pagi setiap hari.
Menurutnya, dukungan orang tua dan KONI Kota Mataram menjadi faktor penting di balik peningkatan prestasi para atlet. Ia juga menilai, keberhasilan memecahkan banyak rekor menjadi sinyal positif bagi masa depan renang NTB.
Mulyanto secara khusus menyoroti Laras Ajeng Nareswari dan Rayya Nesya Aura sebagai dua atlet muda yang berpotensi menjadi andalan NTB pada ajang nasional.
“Potensi mereka sangat besar untuk berkembang hingga level nasional bahkan internasional,” katanya.
Banyaknya rekor yang pecah pada Porprov XII menunjukkan persaingan akuatik NTB mulai memasuki fase baru. Fokus pembinaan kini tidak lagi sekadar mengejar medali, tetapi juga meningkatkan kualitas catatan waktu atlet agar mampu bersaing di level yang lebih tinggi. (*)




