Kota Bima Perkuat Kepesertaan JKN untuk Wujudkan UHC Berkualitas
Kota Bima (NTBSatu) – Pemerintah Kota (Pemkot) Bima bersama BPJS Kesehatan Bima memperkuat strategi kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), guna mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) berkualitas tahun 2026.
Sekretaris Daerah Kota Bima, Drs. H. Muhammad Fakhrunraji, M.E., menegaskan, keberhasilan program UHC membutuhkan kerja sama seluruh perangkat daerah, serta dukungan penuh dari BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara program JKN.
“Pelayanan kesehatan yang merata dan berkualitas merupakan salah satu prioritas pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya, Jumat, 22 Mei 2026.
Sekda Kota Bima juga memaparkan, sejumlah strategi untuk memperkuat rekrutmen peserta baru dan mengaktifkan kembali peserta nonaktif. Langkah tersebut bertujuan agar masyarakat tetap memperoleh akses pelayanan kesehatan secara optimal, tanpa hambatan status kepesertaan.
Selain fokus pada penambahan peserta aktif, Pemkot Bima juga menaruh perhatian pada kualitas data kependudukan dan koordinasi antarinstansi. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan program jaminan kesehatan daerah.
“Selain itu, pentingnya validitas data kependudukan, koordinasi lintas sektor, serta dukungan penganggaran dalam menjamin keberlangsungan program jaminan kesehatan di daerah,” tambahnya.
Kepesertaan JKN Jadi Prioritas
Kepala Cabang BPJS Kesehatan Bima, I Gusti Ngurah Arie Mayanugraha turut menekankan pentingnya keterlibatan aktif pemerintah daerah dalam menjaga status kepesertaan masyarakat, agar tetap aktif dalam program JKN.
Menurutnya, kepesertaan aktif menjadi faktor utama dalam memastikan masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan tanpa kendala administrasi. Karena itu, BPJS Kesehatan terus mendorong sinergi bersama pemerintah daerah untuk mempercepat pencapaian target UHC berkualitas di Kota Bima.
“Sehingga, tidak ada masyarakat yang terkendala dalam memperoleh pelayanan kesehatan akibat status kepesertaan yang tidak aktif,” ungkapnya.
Seluruh pihak berharap, langkah bersama ini mampu mempercepat pencapaian target UHC berkualitas tahun 2026. Sekaligus, menghadirkan pelayanan kesehatan yang inklusif dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat Kota Bima.
Melalui penguatan strategi rekrutmen peserta baru dan reaktivasi peserta nonaktif, Pemkot Bima optimistis program jaminan kesehatan nasional dapat menjangkau lebih banyak masyarakat. Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik sektor kesehatan di Kota Bima. (*)




