Diduga Tersengat Listrik, Remaja 15 Tahun di Empang Meninggal Dunia
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Seorang remaja berinisial DU (15), warga Dusun Kamboja, Desa Empang Atas, Kecamatan Empang, meninggal dunia. Dugaannya, korban tersengat arus listrik dari kabel putus yang menjuntai di lokasi tempat ia berkumpul bersama teman-temannya, Kamis malam, 11 Juni 2026.
Kapolsek Empang AKP Abdul Muis Tajudin membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, kejadian berlangsung sekitar pukul 22.10 Wita saat korban bersama empat rekannya sedang duduk santai di sekitar lokasi kejadian.
“Korban bersama beberapa temannya sedang berkumpul di lokasi. Di tempat tersebut terdapat kabel listrik yang putus dan menjuntai. Diduga korban mengira kabel tersebut tidak berarus listrik sehingga melilitkannya ke lengan tangan kirinya,” ujar AKP Abdul Muis, Jumat 12 Juni 2026.
Tak lama setelah itu, korban mengeluhkan tubuhnya terasa lemas. Melihat kondisi tersebut, rekan korban berinisial OPI berusaha memberikan pertolongan.
“Salah seorang temannya sempat mencoba melepaskan kabel menggunakan kursi plastik, namun tidak berhasil,” jelasnya.
Karena panik, rekannya kemudian menggunakan gagang sapu berbahan aluminium untuk melepaskan lilitan kabel dari tangan korban. Setelah berhasil dilepaskan, korban mengalami kejang-kejang dan langsung dilarikan ke Puskesmas Empang menggunakan kendaraan pikap yang berada di sekitar lokasi.
“Korban segera kita bawa ke Puskesmas Empang untuk mendapatkan penanganan medis setelah berhasil kita evakuasi dari lokasi kejadian,” katanya.
Namun nyawa korban tidak dapat diselamatkan. “Hasil pemeriksaan dokter menemukan luka lecet pada pergelangan dan punggung tangan kiri korban. Dugaannya, akibat kontak dengan arus listrik,” ungkap AKP Abdul Muis.
Setelah menerima laporan, personel Polsek Empang langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan saksi, dan berkoordinasi dengan tenaga medis.
Dalami Asal-usul Kabel Listrik
Kapolsek mengatakan, pihaknya juga tengah mendalami asal-usul kabel listrik. Polisi menemukan kabel itu menjuntai di lokasi kejadian.
“Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui asal-usul dan kepemilikan kabel tersebut. Termasuk kemungkinan adanya unsur kelalaian,” tegasnya.
Selain itu, kepolisian bersama Bhabinkamtibmas setempat telah melakukan pendekatan kepada keluarga korban. Tujuannya, agar tetap tenang dan menyerahkan proses penanganan kasus kepada aparat penegak hukum.
“Kami mengimbau pihak keluarga untuk tetap tenang. Proses penyelidikan akan kita lakukan secara objektif dan transparan sesuai prosedur yang berlaku,” tambahnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak menyentuh kabel listrik yang putus atau menjuntai karena berpotensi masih dialiri arus listrik dan membahayakan keselamatan jiwa.
“Apabila menemukan kabel yang membahayakan, segera laporkan kepada pihak PLN atau aparat setempat agar dapat segera menanganinya,” tutupnya. (*)




