Kota BimaPendidikan

Kisah Gita, Ibu Dua Anak yang Tidur di Trotoar Usai Tak Mampu Bayar Sewa Rumah

Kota Bima (NTBSatu) – Sudah dua minggu lamanya Gita Nurmala terpaksa menjadikan emperan jalanan sebagai tempat melepas lelah setelah seharian mengais rezeki. Ibu dua anak ini, harus angkat kaki dari hunian lamanya di Perumahan New Side Development (NSD) Kedo, Kelurahan Ule karena tidak lagi mampu membayar uang sewa bulanan.

Gita menceritakan, awalnya ia dipindahkan ke NSD Kedo karena didapati tidur di sekitaran Alun-alun Serasuba.

Di tempat itu, ia harus membayar biaya sewa sebesar Rp150.000 setiap bulannya. Namun, ia tak mampu membayarnya dan menunggak hingga 1,5 tahun.

IKLAN

“Iya betul. Keluar, sudah ndak mampu bayar k nunggak,” ucap Gita, Senin, 13 Juli 2026.

Kini, demi menyambung hidup bersama putri bungsunya, Santi, yang masih duduk di bangku kelas 6 SD, Gita menjajakan barang dagangan milik orang lain. Penghasilannya jauh dari kata cukup.

“Paling untuk Ibu tuh paling sedikit kadang Rp30 ribu hingga Rp40 ribu. Paling untuk makan aja,” ungkapnya.

IKLAN

Mirisnya, dengan kondisi ekonomi yang sangat memprihatinkan, Gita mengaku sama sekali belum pernah menyentuh program bantuan pemerintah, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Bantuan Langsung Tunai (BLT). 

Satu-satunya uluran tangan yang ia terima hanyalah sebuah gerobak dan modal usaha sebesar Rp1,5 juta dari Baznas yang sempat ia putar untuk berjualan kopi. Namun akhirnya, modal tersebut habis demi membiayai kebutuhan sekolah anaknya.

Gita menyampaikan harapannya kepada jajaran Pemerintah Kota Bima. Ia meminta agar pemerintah segera memberinya bantuan. “Saya hanya ingin bantuan PKH, mau dapat PKH,” harap Gita. 

Ia sangat ingin mendapatkan kembali tempat tinggal yang layak agar anaknya bisa bersekolah dengan tenang.

Meski kisah pilunya sempat viral di media sosial dan mengundang empati warga yang berniat melunasi tunggakan rumahnya, hingga kini bantuan tersebut belum kunjung terealisasi. 

Di tengah ketidakpastian, Gita dan putrinya tidur di trotoar Jalan Mangga I, bagian Utara Asi Mbojo.

Tanggapan Dinas Perkim

Sebelumnya, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Agus Purnama menjelaskan, pengosongan terjadi akibat Gita menunggak. Pihaknya mengaku telah meminta penghuni untuk mengajukan permohonan baru, sesuai mekanisme yang berlaku. 

Namun, Agus menyebut, Gita tidak melanjutkan mekanisme yang tersebut. Sehingga, rumah kemudian dialokasikan kepada penghuni lain sesuai prosedur.

Di sisi lain, Agus menyatakan, pihaknya telah menawarkan solusi kepada Gita dengan mengalihkan ke Lantai I Rusunawa. Sekaligus menunggu assesment dari pihak Dinas Sosial.

Ia menambahkan, salah seorang anggota DPRD Kota Bima telah menawarkan Gita untuk pindah ke hunian kos. Namun, Gita menolak tawaran tersebut. (*)

Artikel Terkait