Ambulans Desa di Sumbawa Semakin Dioptimalkan
SUMBAWA BESAR, NTBSatu – Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa memperluas angkauan ambulans desa. Hal ini dilakukan demi meningkatkan akses layanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat di wilayah pedesaan dan pelosok. Langkah ini akan memperkuat tren positif pembangunan sumber daya manusia yang menjadi prioritas daerah tahun ini.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, Sarif Hidayat, mengungkapkan bahwa fokus utama instansinya saat ini adalah memperluas jangkauan program ambulans desa. Hal ini bertujuan untuk mempercepat respons penanganan kasus kedaruratan medis (emergency) di tingkat desa.
Pertolongan Pertama dengan Ambulans Desa
Sarif menjelaskan, pengadaan unit ambulans ini merupakan instrumen vital dalam sistem rujukan kesehatan. Dengan adanya unit yang siaga di desa, masyarakat tidak perlu lagi menunggu lama untuk mendapatkan transportasi medis menuju puskesmas atau rumah sakit.
“Ambulans ini ditempatkan langsung di desa untuk menangani kasus-kasus emergency. Tujuannya agar masyarakat yang sakit segera mendapatkan perawatan medis secara cepat dan tepat,” ujar Sarif, Senin, 19 Januari 2026.
Capaian Gemilang Bidang Kesehatan 2026
Perluasan ambulans desa ini melengkapi deretan prestasi Pemkab Sumbawa di sektor kesehatan sepanjang awal tahun 2026. Berdasarkan data evaluasi triwulan, Sumbawa berhasil mempertahankan predikat Universal Health Coverage (UHC) dengan cakupan kepesertaan JKN di atas 98%.
Selain itu, sinergi antara layanan ambulans dan fasilitas kesehatan telah berkontribusi pada penurunan angka stunting yang signifikan di wilayah pelosok. Keberhasilan ini mengantarkan Kabupaten Sumbawa meraih penghargaan sebagai daerah dengan manajemen intervensi kesehatan masyarakat terbaik di tingkat Provinsi NTB pada awal Januari 2026.
Sinergi Lingkungan Hidup: Menuju Desa Sehat
Peningkatan layanan ambulans ini juga selaras dengan program lingkungan hidup yang masif. Pemerintah daerah mengintegrasikan program kesehatan dengan pelestarian lingkungan melalui inisiatif “Desa Hijau Sanitasi Tuntas”.
Sepanjang 2026, Pemkab Sumbawa mencatatkan prestasi dalam pengelolaan sampah berbasis komunitas di tingkat desa, yang berdampak langsung pada penurunan angka penyakit berbasis lingkungan seperti DBD dan diare. Integrasi antara kesiapsiagaan ambulans dan lingkungan yang bersih menjadi kunci utama meningkatnya angka harapan hidup masyarakat Tau Samawa.
Ambulans Desa dan Wilayah
Meski program ini menjadi prioritas, Sarif mengakui bahwa ketersediaan unit ambulans saat ini belum mampu mencakup seluruh desa secara serentak. Oleh karena itu, pihaknya menerapkan skala prioritas dengan pertimbangan:
- Aspek Geografis: Mengutamakan desa dengan akses jalan sulit atau jarak tempuh jauh ke RS rujukan.
- Kesiapan SDM: Memastikan desa memiliki tenaga pengemudi terampil dan petugas medis yang sigap.
- Kepadatan Penduduk: Rasio kebutuhan berdasarkan jumlah jiwa di wilayah setempat.
Melalui perluasan jangkauan ambulans desa dan integrasi prestasi di bidang lingkungan, Pemkab Sumbawa optimis dapat menciptakan ekosistem kehidupan yang lebih sehat dan responsif terhadap keselamatan warga.




