Lombok TimurPolitik

PIP Aspirasi di Lombok Timur Naik Tajam, Dari 8 Ribu ke 25 Ribu Penerima

Lombok Timur (NTBSatu) – Program Indonesia Pintar (PIP) jalur aspirasi terus menunjukkan peningkatan signifikan di Kabupaten Lombok Timur. Tahun ini, hampir 25 ribu siswa menerima bantuan tersebut, melonjak drastis dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sekitar 8 ribu penerima.

Ketua DPC PKB Lombok Timur, Abrorni Luthfi menjelaskan, pihaknya secara intensif turun langsung ke sekolah-sekolah untuk mensosialisasikan program ini kepada wali murid.

“Jalur reguler terus berjalan, tapi jalur aspirasi ini yang kami turunkan ke masyarakat. Kami kumpulkan wali murid di hampir semua sekolah penerima PIP,” ujarnya, Rabu, 1 Juli 2026.

IKLAN

Dalam sosialisasi itu, Abrorni mengingatkan para wali murid agar menggunakan dana PIP untuk memenuhi kebutuhan sekolah anak, seperti membeli seragam, buku, sepatu, dan perlengkapan sekolah lainnya.

Ia juga menegaskan agar tidak ada pihak yang melakukan pemotongan dana PIP dalam bentuk apa pun.

“Kami sampaikan kepada wali murid, jangan sampai ada isu pemotongan. Tidak boleh ada potongan untuk alasan apa pun, karena ini hak masyarakat penerima,” tegasnya.

IKLAN

Abrorni mensosialisasikan besaran bantuan sebesar Rp450 ribu untuk SD, Rp750 ribu untuk SMP, dan Rp1,8 juta untuk SMA serta SMK, baik negeri maupun swasta.

Perjuangan Wakil Rakyat Peningkatan jumlah penerima yang sangat signifikan ini tidak lepas dari perjuangan dan pengawalan ketat oleh Lalu Khadiran Irfani, anggota DPR RI Komisi X dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

“Alhamdulillah ada peningkatan yang cukup banyak. Ini berkat perjuangan dan pengawalan dari wakil kita di DPR RI, Haji Lalu Khadiran Irfani,” ungkapnya.

Distribusi bantuan PIP aspirasi di Pulau Lombok pun tergolong merata. Lombok Timur mendapat hampir 25 ribu, Lombok Tengah sekitar 30 ribu, sementara total penerima di seluruh Pulau Lombok mencapai sekitar 326 ribu siswa.

Masih Banyak Belum Terjangkau

Meski mengalami lonjakan signifikan, jumlah penerima PIP aspirasi saat ini masih belum mencapai setengah dari total siswa yang membutuhkan. Pihaknya berharap jumlah bantuan ini bisa ditambah setiap tahun. Tujuannya agar semua anak dari keluarga kurang mampu bisa mendapatkannya.

“Kalau tidak bisa 100 persen, minimal anak-anak yang orang tuanya kurang mampu ini diberikan full. Banyak masyarakat kita yang kurang mampu. Kami berharap semua wali murid yang kurang mampu bisa menerima bantuan Program Indonesia Pintar, baik reguler maupun aspirasi,” harapnya.

Ia berharap program ini terus meringankan beban orang tua serta mendukung pemerataan akses pendidikan di NTB. (*)

Artikel Terkait