PariwisataPemerintahan

Proyek Seaplane Batujai Belum Kantongi Izin, Target Operasi Agustus 2026

Mataram (NTBSatu)Dinas Perhubungan (Dishub) NTB membidik operasional pesawat amfibi (seaplane) di Batujai, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah, pada 17 Agustus 2026.

Meski begitu, investor masih mengurus sejumlah dokumen dan perizinan sebelum layanan tersebut beroperasi.

Kepala Dinas Perhubungan NTB, Ervan Anwar mengatakan, investor masih menjalankan proses perizinan secara bertahap. Menurutnya, banyak dokumen yang harus investor selesaikan sehingga prosesnya belum rampung.

IKLAN

“Kan banyak izin-izin, kayak Amdal dan lain sebagainya, mereka sedang berproses,” kata Ervan kepada wartawan, Senin, 29 Juni 2026.

Ervan menjelaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB tidak mengurus perizinan tersebut. Pemprov hanya memberi dukungan untuk mempercepat proses sesuai kewenangannya.

“Kita (Pemprov) nggak ada. Kita cuma support saja. Dari bandara, dari sisi percepatan aja,” ujarnya.

IKLAN

Ia mengatakan, investor masih mengurus dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dan Rencana Pengembangan Keselamatan Penerbangan Sipil (RPKPS). Setelah menyelesaikan dua tahapan itu, investor akan melanjutkan proses menuju operasional.

“RPKPS-nya, terus Amdal. Lanjut nanti baru operasional,” katanya.

Ervan menambahkan, investor juga masih mengurus izin rute, termasuk rute Bali-Lombok. “Itu sedang berproses juga. Lagipula ini simultan mereka urus,” ucapnya.

Menanggapi terkait potensi molornya target operasional, Ervan justru menyebut target terbaru lebih cepat daripada rencana sebelumnya.

“Bukan molor. Malah kemarin kan targetnya akhir tahun, tapi mudah-mudahan 17 Agustus bisa,” ujarnya.

Menurut Ervan, investor mengubah target karena harus menyelesaikan banyak persyaratan. “Ada revisi dari mereka. Melihat terlalu banyak yang harus mereka urus,” katanya.

Alternatif Transportasi

Ervan menilai, kehadiran seaplane akan menjadi alternatif transportasi untuk mendukung sektor pariwisata di NTB. Ia menyebut Kementerian Perhubungan juga mendorong pengembangan moda transportasi tersebut sebagai salah satu inovasi.

“Ini bentuk alternatif. Alternatif dan ini sudah didorong oleh Kementerian Perhubungan juga, sebagai salah satu inovasi transportasi untuk mendukung sektor pariwisata,” jelasnya.

Sebelumnya, Pemprov NTB menyampaikan proyek seaplane ini dikelola oleh PT Abadi Mega Angkutan Nusantara (AMAN).

Perusahaan tersebut merencanakan landasan utama di Bendungan Batujai, Kabupaten Lombok Tengah, yang lokasinya berdekatan dengan Bandara Internasional Lombok.

Pada tahap awal, seaplane akan melayani rute menuju sejumlah destinasi wisata unggulan di NTB, seperti Kawasan Mandalika, Gili Tramena di Lombok Utara, Gili Balu di Kabupaten Sumbawa Barat, Teluk Saleh di Kabupaten Sumbawa, dan Pulau Satonda di Kabupaten Bima.

Selain itu, investor juga menyiapkan rute Bali-Lombok, kemudian mengembangkan konektivitas menuju destinasi wisata di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ervan menambahkan pihaknya akan terus memantau perkembangan yang investor sampaikan. Ia berharap seluruh proses perizinan dapat selesai sesuai target sehingga layanan seaplane dapat mengudara pada pertengahan Agustus mendatang. (*)

Artikel Terkait