Jelang MotoGP, Kopassus Latihan Militer di Kawasan Mandalika
Mataram (NTBSatu) – Menjelang pelaksanaan event MotoGP, Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI menggelar latihan militer di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.
Sebagai informasi, MotoGP Mandalika tahun 2026 akan digelar sekitar bulan Oktober mendatang.
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal membenarkan agenda latihan itu. Ia menjelaskan, latihan tersebut hanya berlangsung satu hari dan telah selesai. Menurutnya, Kopassus juga menggelar latihan serupa di sejumlah daerah lain sebagai bagian dari agenda rutin menjaga kemampuan pasukan.
“Latihan hanya hari ini saja, dan sudah selesai. Kopassus tidak hanya melakukan latihan di NTB, tetapi juga di beberapa daerah lain dan terus akan melakukan latihan,” ujarnya, Senin, 29 Juni 2026.
Ia menegaskan, latihan Kopassus di kawasan Mandalika, Lombok Tengah, merupakan latihan rutin untuk menjaga kemampuan prajurit. Kegiatan tersebut tidak berkaitan dengan ancaman keamanan, militerisasi kawasan wisata, maupun situasi politik global.
Gubernur Iqbal mengatakan, Kopassus memilih Mandalika sebagai lokasi latihan karena kawasan tersebut berstatus Proyek Strategis Nasional (PSN).
Menurutnya, latihan itu bertujuan memberi keyakinan terhadap kesiapan pengamanan kawasan menjelang berbagai agenda nasional maupun internasional, termasuk MotoGP.
“Latihannya dilakukan di Mandalika karena ini adalah PSN. Jadi ini menjadi salah satu target pengamanan untuk memberikan keyakinan sebelum nanti kita melaksanakan MotoGP dan sebagainya, sehingga situasinya aman dan terkendali,” katanya.
Ia juga meluruskan anggapan latihan itu menjadi persiapan khusus MotoGP. Menurutnya, MotoGP hanya menjadi salah satu agenda yang berlangsung di kawasan Mandalika, sedangkan fokus latihan berada pada kawasan PSN.
“Salah satunya MotoGP, tapi lebih ke kawasannya. Kawasan Mandalika itu kan PSN,” jelasnya.
Ia juga menepis anggapan Kopassus akan bertugas khusus mengamankan MotoGP. “Ini namanya latihan rutin. Supaya tetap dalam situasi apa pun mereka bisa beroperasi,” ujarnya.
TNI Milik Rakyat
Selain mengasah kemampuan prajurit, Gubernur Iqbal menilai kehadiran Kopassus di NTB juga memberi kesempatan kepada masyarakat untuk mengenal lebih dekat satuan elite TNI tersebut.
Ia bahkan menyebut TNI merupakan milik rakyat sehingga masyarakat perlu melihat langsung keberadaan Kopassus secara dekat.
Gubernur Iqbal menilai NTB memiliki posisi strategis dari perspektif keamanan nasional. Selain memiliki sejumlah PSN, NTB juga berada di jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II sehingga memiliki nilai strategis bagi kepentingan nasional.
Menanggapi kemungkinan latihan tersebut berkaitan dengan ancaman keamanan, militerisasi kawasan wisata, maupun situasi politik global, mantan Duta Besar RI untuk Turki dan tokoh NTB ini langsung membantah hal tersebut.
“Enggak ada, enggak ada. Ini murni latihan,” tegasnya.
Tanggapan ITDC
Sementara itu, Vice President Project Engineering & Construction The Mandalika, Agus Setiawan, mengatakan latihan sinkronisasi yang digelar Kopassus memberi penguatan terhadap kesiapan pengamanan di kawasan KEK Mandalika.
Menurutnya, Mandalika memiliki fasilitas PSN dan akan menjadi lokasi berbagai agenda internasional sehingga memerlukan kesiapan seluruh pemangku kepentingan.
“Latihan sinkronisasi ini cukup bagus sehingga ke depan kita akan mempunyai banyak tamu dari berbagai negara yang datang ke kawasan sirkuit. Ini memberikan penguatan terhadap keamanan maupun situasi yang lebih kondusif di dalam KEK Mandalika,” katanya.
Agus menjelaskan latihan tersebut hanya berupa simulasi penanganan penyanderaan di dalam kawasan KEK Mandalika. Kopassus menggelar simulasi itu untuk menyinkronkan langkah pasukan jika sewaktu-waktu menghadapi situasi darurat.
Menanggapi terkait anggapan adanya militerisasi kawasan wisata, Agus menegaskan latihan itu hanya berlangsung sebagai bagian dari agenda latihan Kopassus.
Ia memastikan kegiatan tersebut tidak mengubah fungsi Mandalika sebagai kawasan pariwisata.
“Ini hanya latihan saja. Tidak untuk kegiatan-kegiatan lain yang memang ada kegiatan militer di situ,” tegasnya. (*)




