Lombok Utara

Diduga Drainase Tersumbat, Luapan Air Banjiri Jalan Kawasan Alun-Alun Lombok Utara

Mataram (NTBSatu) – Luapan air dalam volume besar membanjiri jalur protokol di kawasan Alun-Alun Kabupaten Lombok Utara (KLU). Peristiwa ini berlangsung pada Minggu, 28 Juni 2026.

Peristiwa yang mengganggu kelancaran arus lalu lintas tersebut diduga kuat terjadi karena sumbatan pada saluran drainase di sekitar lokasi.

Banyak warga mengabadikan momen tersebut di media sosial. “Airnya besar banget di jalan dekat Alun Alun KLU,” ujar Iin Lukman, mengutip akun Facebook-nya pada Senin, 29 Juni 2026.

IKLAN

Rekaman video pendek tersebut memperlihatkan aliran air berwarna keruh mengalir deras di sepanjang aspal jalan. Air mengalir tepat di depan landmark ikonik bertuliskan “Tioq Tata Tunalaq” dan “Dayan Gunung” yang merupakan pusat perhatian di KLU.

Selain itu, tampak kendaraan roda dua maupun roda empat terpaksa memperlambat laju mereka untuk mengantisipasi risiko kecelakaan. Hal ini karena derasnya arus air yang menutup permukaan jalan.

Penyumbatan Saluran Pembuangan

Keadaan cuaca di sekitar lokasi saat berlangsung peristiwa tersebut terpantau cukup cerah. Namun, debit air mengalir dari hulu tidak tertampung oleh sistem drainase, sehingga air meluncur bebas ke permukaan jalan raya.

IKLAN

Warga tersebut menduga tumpukan sampah domestik dan sedimentasi tanah di dalam gorong-gorong merupakan pemicu utama kegagalan fungsi drainase ini. “Warga KLU pada heran lihat ini. Apa yang bocor kira-kira?” lanjutnya.

Dampak Lalu Lintas

Luapan air ini sempat menimbulkan antrean kendaraan yang cukup panjang dari kedua arah. Para pengendara sepeda motor harus ekstra hati-hati karena ketinggian air sempat merendam sebagian ban kendaraan mereka.

Di sisi lain, beberapa pengemudi mobil juga memilih mengambil lajur kanan yang posisinya relatif lebih tinggi untuk menghindari genangan yang lebih dalam.

Selain itu, masyarakat berharap pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lombok Utara segera turun ke lokasi. Penanganan secara intensif sangat mendesak terutama saat intensitas hujan mulai meningkat di wilayah hulu.(*)

Artikel Terkait