Bocah di Pemenang Lombok Utara Digigit Enam Anjing Liar, Warga Desak Penertiban
Mataram (NTBSatu) – Seorang anak di Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), menjadi korban penyerangan anjing liar, Minggu, 7 Juni 2026.
Peristiwa nahas yang menimpa anak tersebut memicu keresahan warga terkait maraknya kawanan anjing yang berkeliaran bebas di permukiman.
Melansir dari akun Facebook Ovan Bedel, Senin, 8 Juni 2026, yang merupakan orang tua korban, menuliskan kronologi singkat peristiwa tersebut.
“Saya tidak bisa membayangkan rasa takut rasa sakitmu anakku, bagaimana 6 anjing liar menggigitmu,” tulisnya.
Keluarga korban menjelaskan, sekelompok anjing yang agresif melakukan penyerangan bukan jenis betina yang sedang menjaga anak.
Oleh karena itu, ia menilai keadaan ini cukup mengancam keselamatan warga, terutama anak-anak yang beraktivitas di luar ruangan.
Desakan Penertiban ke Dinas Terkait
Berdasarkan peristiwa tersebut, pihak keluarga korban dan warga mendesak Pemerintah Lombok Utara untuk segera melakukan tindakan nyata di lapangan.
“Semoga dinas terkait yang ada di Lombok utara kecamatan pemenang bisa bertindak menertibkan anjing-anjing liar ini,” lanjutnya.
Ia juga menilai, penertiban populasi anjing liar di wilayah Kecamatan Pemenang sudah sangat mendesak, agar peristiwa serupa tidak terulang kembali.
Dalam unggahannya, Ovan juga menyebutkan jika keluhan ini sudah mendapat atensi cepat dari anggota dewan setempat, Artadi.
Masyarakat berharap kolaborasi antara pihak legislatif dan eksekutif bisa terealisasi dalam bentuk operasi penertiban di lapangan.
Antisipasi Jatuhnya Korban Baru
Keberadaan kawanan anjing liar di ruang publik Lombok Utara memang merupakan perhatian serius bagi warga setempat.
Istilah lokal menyebut, fenomena berkumpulnya anjing-anjing liar yang agresif ini rawan memicu penyerangan tiba-tiba terhadap manusia.
Saat ini, keluarga korban berharap instansi di bidang terkait, maupun Satpol PP di Lombok Utara bisa bergerak taktis.
Ia berharap, langkah eliminasi, karantina, dan sterilisasi massal sebagai solusi jangka panjang, untuk mengembalikan rasa aman bagi masyarakat.
“Jangan sampai korban seperti anak saya digigit 6 anjing liar,” pungkasnya. (*)

