Ramai Diserbu Pengunjung, Stan Ketahanan Pangan Gratiskan Bibit Tanaman dan Edukasi Warga
Lombok Tengah (NTBSatu) – Stan Dinas Ketahanan Pangan Lombok Tengah menjadi salah satu yang paling ramai dikunjungi selama gelaran MTQ XXXI Tingkat Provinsi NTB. Tidak hanya menjual produk pangan lokal dan bibit tanaman, stan ini juga membagikan bibit gratis kepada pengunjung pada malam penutupan.
Staf Dinas Ketahanan Pangan Lombok Tengah Bidang Konsumsi, Zarkasyi mengatakan, antusiasme masyarakat sudah terlihat sejak hari pertama pelaksanaan MTQ hingga malam terakhir kegiatan.
“Alhamdulillah sejak mulai hari pertama pembukaan MTQ sampai terakhir ini, stan Dinas Ketahanan Pangan selalu ramai,” kata Zarkasyi, Senin, 15 Juni 2026.
Menurutnya, bibit buah-buahan dan tanaman hortikultura menjadi produk yang paling banyak diminati pengunjung. Warga, terutama ibu rumah tangga, membeli bibit untuk ditanam di pekarangan rumah.
“Bibit buah-buahan dan bibit horti selalu laris. Ibu-ibu banyak membeli untuk kegiatan menanam di pekarangan,” ujarnya.
Zarkasyi menjelaskan, kehadiran stan tersebut bukan semata-mata untuk mencari keuntungan. Dinas Ketahanan Pangan memanfaatkan momentum MTQ sebagai sarana mengenalkan program ketahanan pangan sekaligus mengedukasi masyarakat agar memanfaatkan lahan pekarangan secara produktif.
Karena itu, pada malam penutupan MTQ, pihaknya membagikan bibit tanaman secara gratis kepada pengunjung.
“Yang penting dia mau menanam di rumahnya. Karena ini malam penutupan, kami kasih gratis,” ucapnya.
Pamerkan Hasil Binaan Kelompok Wanita Tani
Selain bibit tanaman, stan Dinas Ketahanan Pangan juga memamerkan berbagai produk pangan lokal hasil binaan kelompok masyarakat. Salah satunya produk olahan berbahan talas produksi Kelompok Wanita Tani (KWT) Mandiri dari Desa Batu Kliang Utara.
Pengunjung juga dapat menemukan berbagai produk lain seperti madu asal Pulau Sumbawa, telur, hingga aneka bibit buah-buahan.
“Ini hasil binaan Dinas Ketahanan Pangan. Ada juga madu dari Pulau Sumbawa,” katanya.
Beragam bibit buah yang tersedia antara lain durian, manggis, jambu kristal, nangka genjah, hingga mangga Red Emperor.
Zarkasyi mengatakan, program pemberdayaan Kelompok Wanita Tani dari Dinas Ketahanan Pangan terus menunjukkan perkembangan positif. Jumlah anggota kelompok di sejumlah wilayah bahkan terus bertambah.
“Dari 30 orang ada yang berkembang sampai 40 bahkan 60 orang,” ungkapnya.
Menurutnya, tingginya minat masyarakat terhadap bibit tanaman menjadi sinyal positif bagi penguatan ketahanan pangan keluarga. Semakin banyak warga yang menanam di pekarangan, semakin besar peluang keluarga memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri.
Ia pun mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat selama pelaksanaan MTQ XXXI NTB di Lombok Tengah.
“Alhamdulillah berjalan lancar di luar dugaan. Pengunjungnya sangat ramai,” pungkasnya. (*)




