Lombok Tengah

Dongkrak Nilai TKA, Dinas Dikbud Lombok Tengah Perkuat Literasi dan Numerasi Guru

Lombok Tengah (NTBSatu)Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Lombok Tengah terus memperkuat kompetensi guru. Hal ini sebagai upaya meningkatkan capaian Tes Kemampuan Akademik (TKA) siswa. Penguatan tersebut mencakup berbagai pelatihan literasi dan numerasi bagi tenaga pendidik di seluruh wilayah kabupaten.

Berdasarkan data TKA Kemendikdasmen tahun ajaran 2025/2026, rata-rata nilai TKA SMP di Kabupaten Lombok Tengah tercatat 51,01 untuk Bahasa Indonesia dan 36,00 untuk Matematika. Angka tersebut masih berada di bawah rata-rata Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mencapai 54,04 untuk Bahasa Indonesia dan 37,25 untuk Matematika.

Kabid Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Tengah, Baiq Sumiarti mengatakan, pihaknya rutin menggelar pelatihan untuk meningkatkan kapasitas guru. Pihak dinas menggandeng Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) serta Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) dalam pelaksanaan program tersebut.

IKLAN

“Dari segi literasi, numerasi, semua itu kita terapkan. Kalau mengadakan pelatihan di sini, kita bekerjasama dengan narasumber dan fasilitator dari BGTK dan BPMP,” ujarnya kepada NTBSatu, Rabu, 17 Juni 2026.

Mendorong Inovasi Pembelajaran

Selain pelatihan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Tengah, juga mendorong lahirnya inovasi pembelajaran. Salah satunya melalui pemanfaatan program ASI ASLI. Inovasi karya putra daerah Lombok Tengah yang tersebar secara nasional untuk mendukung penguatan literasi.

Pada bidang numerasi, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Tengah saat ini menggencarkan program “Matematika Gembira” bekerja sama dengan BGTK. Program itu bertujuan mengubah persepsi siswa terhadap matematika yang anggapannya selama ini sulit dan menakutkan.

IKLAN

Menurut Sumiarti, program tersebut tidak hanya menyasar siswa, tetapi juga guru agar memiliki metode pembelajaran yang lebih menarik dan efektif.

“Bagaimana supaya mereka merasa tertarik dengan matematika itu, jangan takut lagi. Pelatihan itu mengajarkan trik-trik agar matematika lebih mudah bagi siswa,” katanya.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Tengah, juga menyiapkan pelatihan bahasa Inggris bagi guru SD menjelang penerapan mata pelajaran tersebut secara wajib.

Sumiarti menegaskan, pihaknya menargetkan adanya peningkatan capaian TKA siswa dari tahun ke tahun. Menurutnya, peningkatan kualitas guru menjadi salah satu kunci utama dalam mendorong mutu pendidikan di Lombok Tengah.

“Harus ada target. Harapan kita tentu lebih baik dari sekarang, ada peningkatan,” pungkasnya. (*)

Artikel Terkait