Kota Bima

Gencarkan Promosi Wisata, Dispar Kota Bima Integrasikan Transformasi Kain “Tembe Nggoli” dan Kekayaan Kuliner Lokal

Kota Bima (NTBSatu) – Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Bima mendorong kebudayaan lokal ke ranah industri kreatif. Pelaksanaannya melalui transformasi tradisi berbusana Rimpu dan kain tenun Tembe Nggoli menjadi produk fashion modern bernilai jual tinggi.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Bima, Sukarno menjelaskan, Festival Rimpu yang rutin digelar sejak tahun 2019 menjadi modal awal yang kuat

Ia menilai, tradisi ini menyimpan potensi besar untuk dikembangkan lebih dari sekadar perayaan budaya tahunan.

IKLAN

“Festival Rimpu itu sudah dari tahun 2019. Pada masa itu, pikirannya pasti tentang penguatan budaya karena Rimpu tidak ada di tempat lain,” tuturnya pada NTBSatu, Senin, 15 Juni 2026.

Adaptasi Budaya dan Penetrasi Pasar

Sukarno memandang, eksistensi Rimpu harus mampu beradaptasi tanpa menghilangkan nilai sakralnya. Optimalisasi material kain lokal menjadi strategi utama dalam mendorong penetrasi pasar fashion.

“Di perkembangannya, kita melihat Rimpu bukan ansich orang keluar pakai kain saja. Bahannya kan tenun, kain Tembe Nggoli yang unik warna dan coraknya. Ini kita elaborasi sedemikian rupa menjadi tenun ikat dan fashion. Kita perkuat terus agar orang tahu Kota Bima pantas menjadi kota budaya,” tegasnya.

IKLAN

Potensi Kuliner Tradisional Bima

Tidak hanya menyasar sektor pakaian, kekayaan cita rasa kuliner tradisional Bima juga terproyeksi untuk mendampingi akselerasi budaya ini.

“Kuliner kita ini ada macam-macam di sini. Memang belum kita olah sedemikian rupa, sehingga tamu yang datang sering kali lebih banyak menemui pecel lele. Padahal bagi yang berselera tinggi, makanan kita ini sangat potensial untuk diolah lebih lanjut,” pungkasnya.

Melalui integrasi antara transformasi fashion berbasis kain lokal dan pengolahan kuliner tradisional ini, Dinas Pariwisata Kota Bima berkomitmen penuh untuk memperkuat identitas daerah. 

Harapannya, langkah strategis tersebut tidak hanya melestarikan warisan leluhur, tetapi juga mampu menggerakkan roda ekonomi kreatif lokal serta menarik minat lebih banyak wisatawan di masa depan. (*)

Artikel Terkait