Tekan Depresi hingga Calo, Disnakertrans NTB Luncurkan Polistran
Mataram (NTBSatu) – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB resmi meluncurkan Program Lintas Sektor Transformatif (Polistran). Terobosan ini hadir menjadi solusi dalam memutus rantai persoalan pekerja migran, mulai dari jeratan calo hingga ancaman depresi.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB, Dr. H. Aidy Furqan menyampaikan, penanganan sektor ketenagakerjaan tak bisa lagi menggunakan pola lama yang berjalan sendiri-sendiri secara sektoral. Polistran hadir menyatukan jajaran instansi pemerintah, lembaga nonpemerintah, hingga pemerintah kabupaten/kota dalam satu wadah kolaborasi.
“Polistran lahir dari kesadaran bahwa persoalan tenaga kerja dan transmigrasi itu sangat kompleks. Forum rakor dan launching ini menjadi wadah menyelaraskan kebijakan serta membangun sinergi jangka panjang,” ujar Aidy kepada NTBSatu, Jumat, 21 Agustus 2026.
Peta Stakeholder Empat Kuadran
Guna memastikan eksekusi program berjalan presisi, Disnakertrans NTB memetakan peran mitra strategis ke dalam empat kuadran.
Kuadran 1 (Perencana dan Konseptor Strategis): Diisi Bappeda NTB, Biro Pemerintahan, Biro Ekonomi, dan Bank NTB Syariah. Kelompok ini memegang peran utama merumuskan kebijakan.
Kuadran 2 (Pelaksana Teknis Lintas OPD): Wadah kerja sama lintas dinas, melibatkan Disnakertrans, Dikpora, Dukcapil, DPMD, Disbud, Dispar, Diskominfotik, DPMPTSP, hingga RSJ Mutiara Sukma.
Kuadran 3 (Konsultatif & Pembina Pusat): Fokus koordinasi kebijakan vertikal, melibatkan Kemenaker, Kementerian P2MI, Kemendes PDT, BP3MI NTB, dan BPVP Lenek.
Kuadran 4 (Eksekutor Langsung): Terdiri dari Disnaker Kabupaten/Kota, LPK, LPK SO, P2MI, sekolah (SMK, SMA, SLB), serta Bank NTB Syariah sebagai eksekutor finansial.
Lima Terobosan Utama Polistran
Aidy membeberkan lima aksi nyata Polistran yang menyasar perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari pra hingga purna penempatan:
Yang pertama Tebas Rentenir Lewat Pembiayaan Syariah
Keterbatasan modal awal kerap menjerat Calon PMI (CPMI) pada calo dan rentenir dengan bunga mencekik hingga 25 persen. Pemprov NTB menggandeng Bank NTB Syariah dengan mengucurkan alokasi awal Rp10 miliar untuk KUR CPMI, KUR PMI, dan KUR Pemagangan bersubsidi.
Tak berhenti di situ, Bank NTB Syariah bersama Bank BTN juga menyediakan program tabungan dan skema pemilikan rumah. Langkah ini menjaga uang kiriman (remittance) PMI tidak menguap untuk hal konsumtif, sekaligus menyiapkan pendampingan UMKM saat mereka pulang.
Kedua MCU Mental untuk Tekan PMI Depresi
Maraknya kasus PMI yang mengalami depresi hingga terancam deportasi mendapat perhatian serius. Disnakertrans NTB menggandeng RSJ Mutiara Sukma untuk menggelar Medical Check-Up (MCU) terpadu. Pemeriksaan tak lagi sekadar fisik, tetapi menyasar kesehatan mental agar CPMI siap beradaptasi dengan budaya kerja di luar negeri.
Ketiga Gembleng SDM dan Pendidikan Afirmasi
Disnakertrans NTB merevitalisasi Skill Center menjadi BLUD serta menaikkan kelas sertifikasi ke standar LSP P2. Di jalur pendidikan formal, Pemprov NTB menyiapkan program Go Global Classes (Kelas Migran), SMA Double Track, SLB Vokasi, serta Sekolah Integrasi Afirmasi PMI berasrama berbasis Project Based Learning (PjBL).
Keempat Sulap PMI Jadi Duta Budaya dan Wisata
Melalui penyempurnaan kurikulum pelatihan di LPK dan Skill Center, CPMI dibekali pengetahuan muatan lokal, destinasi wisata, serta kalender event pariwisata NTB. Harapannya, para pekerja tak hanya memburu devisa, tetapi juga sigap mempromosikan pariwisata NTB di mancanegara.
Kelima Berantas LPK Bodong Lewat SIK Online
Guna menutup ruang gerak calo liar yang menjual janji manis keberangkatan fiktif, Disnakertrans bersama Diskominfotik mengembangkan Sistem Informasi Kerja (SIK) berbasis daring. Portal ini menyajikan informasi lowongan dan prosedur resmi secara transparan.
Aidy membeberkan, NTB saat ini sebagai daerah penyumbang pekerja migran terbesar keempat secara nasional. Kondisi ini menjadi pecut bagi Pemprov NTB untuk mematangkan eksekusi Polistran.
“Harapan saya, terobosan Polistran ini berjalan konsisten di seluruh kabupaten dan kota. Lewat kolaborasi solid, kita optimistis dapat memberikan perlindungan menyeluruh sekaligus mendongkrak taraf hidup masyarakat NTB,” tutur Aidy. (Japriani)




