NTBPendidikan

Zivia Rizqotul Awwalin, pelajar Asal Lombok Lolos di 17 Universitas Dunia

Mataram (NTBSatu) – Zivia Rizqotul Awwalin, pelajar asal Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang menempuh pendidikan di Madrasah Bertaraf Internasional (MBI) Amanatul Ummah Pacet, Jawa Timur, berhasil memperoleh rujukan kelulusan dari 17 universitas internasional di berbagai negara.

Mayoritas program studi yang menerima Zivia ini mendominasi bidang kedokteran dan ilmu kesehatan. Penawaran ini sekaligus lengkap dengan berbagai tawaran beasiswa.

Zivia merupakan anak dari Anggota DPRD NTB, Muhammad Akri. Sebagai ayah, ia mengaku bangga dengan pencapaian yang berhasil diraih oleh sang anak.

IKLAN

“Alhamdulillah tentunya sangat bersyukur dan bangga pada pencapaiannya kali ini. Semoga bisa lebih baik lagi ke depannya dan semoga Allah rida atas anak-anak kami. Untuk segala mimpi mereka dan semoga terwujud semuanya,” ujarnya kepada NTBSatu, Selasa, 16 Juni 2026.

Lolos di Belasan Kampus Dunia

Berdasarkan keterangan Akri, belasan universitas yang menerima Zivia mencakup lembaga perguruan tinggi terkemuka di lintas benua.

Beberapa di antaranya meliputi Curtin University Australia, Astrakhan Medical University, Avila University, University of Southern Queensland, Curtin University Malaysia. Selain itu, tawaran juga datang dari University of Wollongong, Canberra University, dan University of Waikato.

IKLAN

Tidak berhenti di situ, beberapa universitas lain seperti Roosevelt University, Bond University, Istanbul Aydin University, Bahcesehir University (BAU), dan Yeditepe University.

Bahkan Murdoch University Dubai, Ozyegin University, University of Hertfordshire, Jiaxing University, hingga The University of Western Australia, turut menawarkan.

Meski mengantongi banyak opsi tempat kuliah di Australia, Amerika Serikat, Selandia Baru, hingga Uni Emirat Arab, Zivia tampaknya menolak semuanya. Ia menjatuhkan pilihannya pada Jiaxing University di China dengan mengambil spesialisasi jurusan Kedokteran.

Selanjutnya, Akri mengatakan sang anak mengambil langkah tersebut untuk memantapkan rencana karier masa depannya di sektor pelayanan kesehatan publik.

Kebiasaan Sejak Kecil

Capaian akademik yang luar biasa ini, tidak lepas dari konsistensi belajar dan bimbingan keluarga. Akri mengungkapkan, Zivia tumbuh seperti anak-anak pada umumnya. Namun, memiliki ketertarikan kuat pada literasi dan tantangan baru.

Sejak sekolah dasar, sang ibu yang berprofesi sebagai guru aktif mendampingi Zivia untuk mengikuti berbagai lomba lokal maupun regional. Selanjutnya, saat jenjang sekolah menengah pertama, ia mulai merantau untuk menimba ilmu di pondok pesantren. Namun semangat kompetisinya tidak hilang, bahkan semakin menggebu saat memasuki SMA di tempat yang sama.

“Anak kami suka sekali dengan kompetisi dan di beberapa kesempatan dia juaranya. Seperti lomba pidato atau dacil, olimpiade, bercerita, dan lain-lain. Terus, waktu SMA juga waktu di pondok ananda sering izin ikut lomba juga. Bahkan ananda juga pernah menjadi duta generasi berprestasi,” lanjutnya.

Prestasi ini sebagai bukti nyata kapasitas kompetisi pelajar asal NTB di panggung internasional. Capaian ini sebagai pemantik motivasi dan inspirasi bagi generasi muda. (*)

Artikel Terkait