Kota BimaPendidikan

Peluang Lolos PTN Ternama Sangat Besar, Jalur SNBP di SMKN 2 Kota Bima Justru Sepi Peminat

Kota Bima (NTBSatu) – Status Akreditasi A yang disandang SMK Negeri 2 Kota Bima sebenarnya membuka karpet merah bagi para siswanya untuk menembus Perguruan Tinggi Negeri (PTN) favorit. Melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), sekolah kejuruan ini mengantongi kuota pendaftaran yang tergolong besar.

Namun, peluang emas tersebut masih menyisakan ruang kosong yang cukup lebar. Humas SMK Negeri 2 Kota Bima, Yeni Nurilah mengungkapkan, minat para siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang universitas masih sangat rendah setiap tahunnya.

“Sebenarnya kami punya kuota banyak dengan akreditasi A. Tapi yang berminat untuk melanjutkan itu sangat sedikit,” ungkap Yeni pada NTBSatu, beberapa waktu lalu.

IKLAN

Yeni menyebut, jumlah siswa yang berminat melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi tiap tahunnya hanya mencapai 12 orang. “Yang mendaftar paling setahun hanya 12 orang,” tambah Yeni.

Menurut Yeni, minimnya peminat kuliah ini terjadi karena sebagian besar lulusan SMK lebih berfokus untuk langsung terjun ke dunia kerja atau membuka usaha. 

Padahal, rekam jejak alumnus SMK Negeri 2 Kota Bima membuktikan lulusan kejuruan mampu menembus dan bertahan di kampus papan atas Indonesia.

“Anak-anak kami yang lulus SNBP di Universitas Indonesia (UI) ada, Universitas Gadjah Mada (UGM) ada. Ada juga yang masuk Teknik Elektro UI dan mereka bisa bertahan serta bersaing,” tutur Yeni.

Gencarkan Sosialisasi dan Pendampingan

Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Kota Bima, Fathur Rahman mengatakan, pihak sekolah terus memberikan sosialisasi dan pemetaan minat. Lebih lanjut, pihaknya juga memberikan pendampingan karir sejak awal masuk. 

Tujuannya, agar para siswa menyadari bahwa lulusan SMK memiliki kesempatan yang sangat terbuka untuk berkuliah di perguruan tinggi ternama.

Fathur menegaskan, persaingan masuk PTN dari jalur SMK sebenarnya sangat terbuka lebar. Melalui optimalisasi kuota sekolah dan pemahaman jalur seleksi yang tepat, lulusan vokasi kini memiliki daya saing ganda di pasar kerja maupun akademis.

“Anak-anak hanya perlu gigih belajar. Saat masuk kampus, semua memulai dari titik nol yang sama dengan lulusan SMA,” tegas Fathur. (*)

Artikel Terkait