Kota Bima

Kualitas Layanan Panti Asuhan di Kota Bima Stagnan

Kota Bima (NTBSatu) – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bima mencatat sebanyak 13 Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) atau panti asuhan aktif beroperasi di Kota Bima. Lembaga-lembaga tersebut saat ini menampung total 535 anak asuh. Meski tata kelola administrasi panti terbilang tertib, mutu pelayanan kepada para penghuni panti dinilai belum mengalami peningkatan yang berarti.

Berdasarkan data Dinas Sosial Kota Bima, sebaran 13 panti asuhan tersebut terbagi di empat kecamatan. Kecamatan Mpunda menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak, yakni 6 LKSA. Selanjutnya, Kecamatan Asakota menampung 3 LKSA, sementara Kecamatan Rasanae Timur dan Kecamatan Raba masing-masing memiliki 2 LKSA.

Tidak Ada Perubahan Signifikan

Plt Kepala Dinas Sosial Kota Bima, Rusdhan mengungkapkan, jumlah panti maupun anak asuh tidak mengalami perubahan signifikan dalam satu hingga dua tahun terakhir. Angka tersebut relatif stabil seiring dengan kapasitas penampungan yang terbatas serta pola pendataan yang konsisten.

IKLAN

Dari sisi legalitas, pengelola panti menunjukkan komitmen yang baik. Dinsos Kota Bima, Dinsos Provinsi NTB, serta Kementerian Sosial bersama Balai Akreditasi LKS rutin menggelar pemantauan dan evaluasi. Semua lembaga tercatat rajin memperpanjang izin operasional serta tertib mengurus dokumen kelembagaan.

Namun, kerapian administrasi ini berbanding terbalik dengan kualitas pengasuhan di lapangan. Dinas Sosial menyayangkan belum adanya inovasi layanan dari para pengelola panti untuk meningkatkan kesejahteraan anak-anak tersebut.

“Secara kelembagaan dan administrasi, seluruh LKSA di Kota Bima memang teratur. Mereka aktif memperpanjang izin operasional dan rutin mengikuti evaluasi bersama tim gabungan,” ujar Rusdhan, Jumat, 21 Agustus 2026.

IKLAN

Meski begitu, ia menegaskan standar pengasuhan anak masih memerlukan pembenahan besar. Pengelola panti imbau untuk tidak sekadar memenuhi kewajiban formalitas semata.

“Kondisi umum LKSA di Kota Bima secara kualitas dan pelayanan terhadap anak asuh belum menunjukkan peningkatan yang signifikan. Sebagian besar layanan dari lembaga masih berada pada tingkat pelayanan standar, tanpa adanya upaya pengembangan mutu layanan yang berarti dari waktu ke waktu,” tegasnya.

Dinas sosial Kota Bima berharap para pengelola panti asuhan dapat tergerak melampaui standar minimal. Peningkatan mutu pengasuhan, pemenuhan gizi, hingga pelatihan keterampilan anak asuh menjadi fokus penting agar anak-anak panti memiliki masa depan yang lebih cerah. (*)

Artikel Terkait