Sertifikasi dan Inovasi Desain Jadi Kunci Tenun Bima Tembus Pasar Global
Kota Bima (NTBSatu) – Pemerintah Kota (Pemkot) Bima melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) mendorong perajin kain tenun khas Bima di Kelurahan Ntobo, Kecamatan Raba, untuk tidak sekadar menjual warisan budaya. Tetapi juga mulai merambah standar mutu industri global demi memperkuat daya tarik pariwisata daerah.
Pihak Diskoperindag menekankan, modernisasi manajemen usaha dan kepemilikan legalitas resmi menjadi kunci utama. Tujuannya agar Tenun Bima tidak tenggelam di tengah persaingan pasar digital.
Pengawas Koperasi Muda Diskoperindag Kota Bima, Edy Rahman menilai, potensi besar Tenun Bima dan produk olahan lokal kerap terhambat oleh minimnya standardisasi produksi.
“Tenun Bima tidak hanya memiliki nilai budaya yang tinggi. Tetapi harus mampu mentransformasi diri menjadi produk ekonomi kreatif unggulan. Sehingga siap menembus pasar global,” ujar Edy Rahman Minggu, 16 Agustus 2026.
Ia menegaskan pentingnya pembenahan tampilan produk agar mampu memikat pasar yang lebih luas dan mendukung pariwisata daerah.
“Penguatan desain, inovasi produk, branding, hingga promosi berbasis budaya mutlak harus kita lakukan. Supaya nanti produk kita memiliki daya saing tinggi dan menjadi identitas pariwisata yang kuat,” tambahnya.
Lindungi Produk dengan NIB
Edy menjelaskan, penguatan legalitas dasar seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) dan pendaftaran merek dagang menjadi benteng utama perlindungan produk lokal. Strategi ini berlaku sejajar dengan sektor pendukung pariwisata lainnya, seperti produk kuliner olahan pangan, kopi bubuk, hingga kerajinan tangan.
“Sebagian besar UMKM kita bergerak di sektor makanan, minuman, dan kerajinan lokal. Peluang menembus pasar nasional sangat terbuka,” ungkap Edy.
Ia mengingatkan, kualitas dan kepatuhan regulasi menjadi kunci utama agar produk daerah bisa naik kelas. “Peluang ekspor sangat terbuka lebar, asalkan didukung oleh legalitas yang sah, kemasan yang menarik, serta penerapan standar mutu seperti GMP dan sertifikasi halal,” tegasnya.
Melalui Bidang Koperasi dan UMKM, Diskoperindag Kota Bima berkomitmen memberikan pendampingan berkelanjutan bagi para perajin di Kota Bima, khususnya kelurahan Ntobo.
Pemerintah akan fokus memfasilitasi percepatan izin usaha, standardisasi kemasan, hingga pelatihan pemasaran digital demi merangsang ekonomi masyarakat lokal. (*)




