Bupati Sumbawa Mutasi Tiga Kepala OPD dan 161 Kepala Sekolah
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot., M.P merotasi tiga pejabat pimpinan tinggi pratama dan melantik 161 Kepala SD serta SMP di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa, Senin, 28 September 2026.
Rotasi tersebut menggeser Pipin Shakti Bitongo dari jabatan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) ke kursi Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan).
Pada waktu yang sama, Junaedi meninggalkan jabatan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) untuk memimpin Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa.
Sementara itu, Muhammad Nurhidayat berpindah dari jabatan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumbawa ke kursi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumbawa. Pergeseran tiga pejabat tersebut menjadi sorotan dalam pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan yang berlangsung di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumbawa.
Dalam sambutannya, Bupati Sumbawa menyampaikan apresiasi kepada seluruh pejabat yang menerima amanah baru. Ia menilai rotasi tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah daerah untuk memperkuat kapasitas organisasi, meningkatkan kinerja birokrasi, dan mempercepat pelayanan kepada masyarakat.
“Saya menyampaikan penghargaan, terima kasih, dan ucapan selamat kepada seluruh pejabat yang hari ini dilantik dan diberikan amanah baru,” ujarnya.
Bupati menilai ketiga jabatan tersebut memegang peran strategis karena berkaitan langsung dengan perlindungan masyarakat. Ketiga OPD itu mengurus keselamatan warga, kebersihan lingkungan, kesiapsiagaan menghadapi bencana, dan berbagai layanan publik yang menyentuh kebutuhan masyarakat sehari-hari.
Karena itu, ia meminta para pejabat yang baru menjabat segera memetakan persoalan, memperkuat koordinasi, dan menyusun prioritas kerja yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Saya ingin menegaskan bahwa seorang pejabat pimpinan tinggi harus mampu menjadi pemimpin yang memiliki visi, keberanian mengambil keputusan, kemampuan membangun kolaborasi, serta kepekaan terhadap persoalan-persoalan masyarakat,” tegasnya.
Jangan Tunggu Laporan di Meja
Bupati juga mengingatkan pentingnya kepemimpinan yang dekat dengan masyarakat. Ia meminta para pejabat turun langsung ke lapangan agar mereka memahami persoalan secara utuh dan menemukan solusi yang tepat.
Menurutnya, pemerintah tidak bisa menyelesaikan persoalan daerah melalui pendekatan sektoral. Karena itu, ia mendorong setiap OPD memperkuat sinergi dan membangun kerja sama dengan berbagai pihak.
“Kenali persoalan yang ada, bangun kerja sama dengan seluruh pihak, dan tetapkan prioritas kerja yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Jangan bekerja secara sektoral karena persoalan masyarakat membutuhkan penyelesaian yang terkoordinasi dan terpadu,” katanya.
Ia juga meminta para pejabat mendatangi lokasi-lokasi yang menjadi sumber persoalan masyarakat. Langkah tersebut, menurutnya, akan membantu pemerintah menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran.
“Datangi, lihat kondisi yang sebenarnya, dengarkan masyarakat, dan hadirkan solusi. Keberhasilan seorang pemimpin bukan hanya dilihat dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi dari seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat,” lanjutnya.
Selain merotasi tiga pejabat pimpinan tinggi pratama, Bupati Sumbawa juga melantik 175 kepala sekolah tingkat SD dan SMP. Pemerintah daerah menempatkan para kepala sekolah tersebut untuk memperkuat tata kelola pendidikan dan meningkatkan mutu pembelajaran.
Bupati menilai kepala sekolah memegang peran penting dalam membentuk karakter peserta didik, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan menyiapkan generasi masa depan Sumbawa.
Menurutnya, kepala sekolah tidak hanya mengurus administrasi sekolah. Mereka juga memimpin proses pembelajaran, membina guru, dan menggerakkan peningkatan mutu pendidikan di sekolah masing-masing.
“Jabatan adalah amanah dan tanggung jawab. Semakin tinggi jabatan, semakin tinggi pula tanggung jawab yang harus dijalankan,” pungkasnya. (*)




