Sumbawa Barat

302 Lampu Pintar KSB Rusak, Dishub Siapkan Perbaikan Bertahap

Sumbawa Barat (NTBSatu) — Sistem aplikasi pemantau milik Dinas Perhubungan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mencatat, ratusan titik lampu jalan pintar mengalami kerusakan teknis. Menyikapi hal itu, pihak dinas segera menyiapkan skema perbaikan secara bertahap pada sejumlah wilayah strategis.

Kepala Dinas Perhubungan Sumbawa Barat, Suharno mengatakan, pihaknya memetakan seluruh titik padam secara detail agar proses pemulihan fasilitas publik berjalan lebih efektif.

“Kami memantau ada 302 titik lampu mati total dari empat ribu unit total keseluruhan,” ujarnya kepada NTBSatu, Minggu, 14 Juni 2026.

IKLAN

Suharno mengungkapkan pemerintah daerah telah mengoperasikan fasilitas publik ini sejak empat tahun lalu menggunakan teknologi mutakhir.

Faktor usia teknis menjadi penyebab utama penurunan performa komponen utama lampu pintar pada wilayah tersebut. Karena itu, penurunan kualitas pencahayaan serta kerusakan sensor otomatisasi wajar terjadi saat ini.

“Vendor memulai proyek pengadaan fasilitas penerangan jalan ini sejak tahun 2022 lalu,” lanjutnya.

IKLAN

Pihak ketiga menggunakan kontrol aplikasi pabrikan untuk mengatur seluruh jaringan lampu jalan secara terpusat. Sementara itu, kondisi cuaca ekstrem akhir-akhir ini ikut mempercepat kerusakan sensor cahaya pada tiang penerangan.

Masyarakat mengeluhkan kondisi jalanan gelap gulita karena memicu potensi kerawanan sosial pada malam hari. Kemudian, warga meminta pemerintah daerah segera mengambil tindakan nyata guna mengembalikan kenyamanan pengguna jalan.

“Kami menyiapkan langkah perbaikan intensif untuk memulihkan kembali fungsi fasilitas publik ini,” ujarnya.

Tunggu Anggaran dari APBD

Dinas terkait mengalokasikan anggaran khusus guna mengganti komponen elektrikal yang mengalami kerusakan parah. Selanjutnya, petugas lapangan memprioritaskan perbaikan area dalam Kota Taliwang serta jalur utama kabupaten.

Jalur-jalur strategis tersebut membutuhkan penerangan prima demi menjamin keselamatan para pengguna jalan raya. Namun, pihak dinas menghadapi kendala administratif terkait proses pencairan anggaran operasional lapangan.

“Kami masih menunggu pengesahan APBD Perubahan untuk memulai perbaikan beberapa titik tahun ini,” ucapnya.

Pihak dinas wajib memastikan ketersediaan dana sebelum menurunkan tim teknis ke lokasi target. Kelanjutan program pemulihan infrastruktur pada tahun depan juga mengikuti postur anggaran pendapatan daerah.

Langkah bersama ini bertujuan mengoptimalkan kembali sistem kontrol otomatisasi lampu pintar secara menyeluruh. Alhasil, koordinasi intensif bersama vendor penyedia teknologi menjadi kunci utama percepatan pengadaan suku cadang.

“Realisasi fisik tahun depan sepenuhnya tergantung kemampuan keuangan daerah,” pungkasnya.

Masyarakat bisa memantau perkembangan pemulihan infrastruktur ini melalui kanal informasi resmi milik pemerintah. Keberadaan lampu jalan yang berfungsi optimal akan meningkatkan kenyamanan mobilitas warga Sumbawa Barat. (*)

Artikel Terkait