Ekonomi BisnisKota Mataram

Jelang Galungan, Harga Cabai dan Kebutuhan Pokok di Mataram Melonjak

Mataram (NTBSatu) — Menjelang Hari Raya Galungan, Rabu pekan depan, harga sejumlah komoditas hortikultura di pasar tradisional Kota Mataram naik cukup signifikan. Cabai rawit, bawang putih, dan tomat tercatat melonjak karena pasokan dari daerah penghasil berkurang.

Pantauan lapangan menunjukkan, harga cabai rawit menembus Rp70.000–Rp75.000 per kilogram. Sebelumnya harga masih berkisar Rp45.000 per kilogram.

“Kenaikan ini terjadi karena pasokan terbatas. Kemarin Pasar Induk hanya mengandalkan suplai dari Lombok Tengah,” jelas Kepala Bidang Barang Pokok dan Penting Dinas Perdagangan Kota Mataram, Sri Wahyunida, saat meninjau harga, Rabu 10 Juni 2026.

IKLAN

Ia menambahkan, pasokan dari wilayah lain mulai masuk. Pemantauan di Kebon Roek menunjukkan, cabai lokal asli dari Sumbawa sudah hadir untuk membantu memenuhi kebutuhan pasar. “Kami prediksi harga hortikultura masih fluktuatif karena panen raya Sumbawa baru dimulai minggu depan,” ujarnya.

Dinas Perdagangan berkomitmen terus memantau harga selama seminggu ke depan untuk menentukan waktu intervensi pasar.

Konsumen Mengeluh: “Uang Rp50 Ribu Seperti Tidak Ada Nilainya”

Kenaikan harga kebutuhan pokok memicu keluhan konsumen. Baiq Dewi, pembeli di Pasar Kebon Roek, mengaku kesulitan mengatur belanja.

IKLAN

“Sekarang bawa uang Rp50.000 seperti tidak ada nilainya. Belanja tahu, tempe, kangkung, dan bumbu dapur saja langsung habis. Kalau mau beli daging atau kebutuhan lain harus pikir dua kali,” keluhnya.

Selain cabai, harga bawang putih impor melonjak hingga Rp40.000 per kilogram, dari harga normal Rp28.000–Rp32.000. Kenaikan ini dipicu penguatan dolar terhadap rupiah karena bawang putih berasal dari impor Tiongkok.

Harga tomat juga naik menjadi Rp15.000 per kilogram akibat pasokan lokal minim. Sementara bawang merah justru turun ke kisaran Rp35.000–Rp38.000 per kilogram.

DPRD Desak Pengawasan Ketat

Ketua Komisi II DPRD Kota Mataram, Irawan Aprianto menegaskan, pemerintah daerah harus segera memperketat pengawasan rantai distribusi.

“Kondisi ini perlu disikapi cepat. Dinas Perdagangan dan Satgas Pangan harus memperkuat pengawasan agar tidak muncul spekulasi atau penimbunan distributor yang memanfaatkan momen hari raya,” tegasnya.

Ia menambahkan, pemerintah kota perlu menyiapkan langkah konkret seperti Operasi Pasar dan memperkuat koordinasi dengan daerah penghasil di luar pulau agar pasokan tetap terjaga. (*)

 

Artikel Terkait