Lombok Barat

Dua Dapur MBG Bermasalah, Ribuan Siswa di Gunungsari Belum Nikmati MBG

Dorongan Reaktivasi

Lombok Barat (NTBSatu) – Ribuan penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat masih harus menunggu. Dua dapur MBG yang melayani wilayah tersebut belum beroperasi setelah Badan Gizi Nasional (BGN), menghentikan sementara aktivitasnya.

Akibat kondisi tersebut, ribuan siswa dan penerima manfaat lainnya belum kembali menerima layanan MBG sejak Mei lalu.

Camat Gunungsari, Zulkifli mengatakan, terdapat dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang saat ini masih berstatus tertahan (suspend). Masing-masing berada di Desa Jatisela dan Desa Dopang.

IKLAN

“Ada dua yang disuspend sejak Mei lalu,” ujarnya, Selasa, 9 Juni 2026.

Menurut Zulkifli, BGN menghentikan sementara operasional kedua dapur tersebut karena masih menemukan sejumlah persyaratan yang belum terpenuhi. Salah satunya terkait instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

Meski demikian, pengelola SPPG Dopang sudah mulai melakukan berbagai perbaikan. Sementara perkembangan di SPPG Jatisela masih terus dipantau pemerintah kecamatan.

IKLAN

“Kalau di Dopang sudah ada langkah perbaikan. Untuk Jatisela kami belum monitor secara detail, tetapi kami akan cek perkembangannya,” katanya.

Ia memperkirakan, setiap SPPG melayani sekitar 1.200 hingga 1.500 penerima manfaat. Artinya, penghentian operasional dua dapur tersebut berpotensi membuat lebih dari dua ribu warga belum menikmati layanan MBG.

“Kami belum menghitung secara pasti jumlah yang terdampak, tetapi satu SPPG biasanya melayani sekitar 1.200 sampai 1.500 penerima manfaat,” jelasnya.

Zulkifli menilai, langkah penghentian sementara tersebut bertujuan untuk memastikan seluruh proses penyediaan makanan memenuhi standar keamanan dan kesehatan yang sesuai aturan.

Dorongan Reaktivasi

Sementara itu, Ketua Satgas MBG Lombok Barat, H. Saeful Ahkam mengatakan, pihaknya terus mendorong percepatan aktivasi kembali SPPG yang saat ini statusnya masih tertahan (suspend), terutama di Desa Jatisela.

Ahkam mengaku, telah turun langsung bersama sejumlah instansi terkait untuk meninjau kondisi dapur MBG tersebut. Hasil pengecekan menunjukkan pengelola sudah melakukan banyak pembenahan.

“Kami berharap SPPG ini segera aktif kembali. Dinas Lingkungan Hidup sudah meneliti, Dinas Kesehatan juga sudah melakukan pengecekan, dan kami melihat banyak perbaikan yang sudah mereka lakukan,” ujarnya.

Menurut Ahkam, percepatan operasional kembali sangat penting karena menyangkut kebutuhan ribuan penerima manfaat yang selama ini bergantung pada program MBG.

“Minimal ada sekitar 1.200 penerima manfaat yang belum terlayani akibat suspend ini. Karena itu kami membantu dari sisi administratif agar proses aktivasinya bisa lebih cepat,” katanya.

Pemerintah daerah berharap, seluruh catatan yang menjadi syarat operasional dapat terpenuhi segera. Hal ini agar dapur MBG kembali beroperasi dan ribuan penerima manfaat di Gunungsari dapat kembali terima MBG secara rutin. (*)

Artikel Terkait