Dinas Pertanian Lobar Siapkan Dua Strategi Utama Hadapi Ancaman El Nino “Godzilla”
Lombok Barat (NTBSatu) – Ancaman fenomena iklim ekstrem El Nino “Godzilla” yang diprediksi membawa kemarau panjang, mulai diantisipasi serius oleh Dinas Pertanian Lombok Barat (Lobar). Tak hanya mengandalkan optimisme produksi, pemerintah daerah kini menyiapkan dua skema utama untuk menjaga stabilitas sektor pangan.
Kepala Dinas Pertanian Lobar, Lalu Moh. Hakam mengungkapkan, di tengah ancaman tersebut, capaian produksi justru menunjukkan tren positif. Berdasarkan data terbaru, produksi padi Lobar mengalami peningkatan signifikan daripada tahun sebelumnya.
“Terjadi peningkatan kurang lebih 6.000 ton. Ini data year–on–year, periode April 2025 dibanding April 2026,” ujarnya kepada NTBSatu, Selasa, 5 Mei 2026.
Namun, di balik capaian tersebut, ancaman kekeringan akibat El Nino tetap menjadi perhatian serius. Terutama di wilayah non-irigasi teknis, seperti Kuripan Selatan, Banyu Urip, hingga Sekotong.
Untuk itu, Dinas Pertanian menyiapkan skema pertama berupa penyesuaian pola tanam. Melalui Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), pihaknya mengimbau petani agar tidak memaksakan menanam padi di daerah rawan kekeringan.
“Kami sudah sampaikan untuk mengimbau masyarakat agar me-review atau mempertimbangkan kembali pola tanamnya,” jelas Hakam.
Ia juga menegaskan, petani di wilayah tadah hujan sebaiknya mulai beralih ke komoditas yang lebih tahan kering, seperti palawija. “Jadi tidak ngotot untuk padi, karena padi ini tentu membutuhkan air yang lebih banyak,” tambahnya.
Dorong Petani Pilih Benih Tahan Kekeringan
Sementara itu, skema kedua adalah penggunaan varietas tanaman yang lebih adaptif terhadap kondisi cuaca ekstrem. Dinas Pertanian mendorong petani memilih benih yang memiliki daya tahan lebih baik terhadap kekeringan.
“Kami imbau untuk menggunakan bibit-bibit dengan varietas yang lebih tahan dengan masa yang agak kering,” katanya.
Selain dua langkah tersebut, pemerintah daerah juga memperkuat upaya mitigasi melalui program optimalisasi lahan (oplah) dan pembangunan irigasi perpompaan. Ia menilai, program ini mampu mengubah lahan tadah hujan menjadi lebih produktif.
“Contohnya di Banyu Urip, yang tadinya hanya bisa tanam sekali, sekarang bisa dua kali karena dukungan irigasi,” jelasnya.
Dengan kombinasi strategi tersebut, Pemerintah Kabupaten Lobar berharap, dampak El Nino “Godzilla” dapat ditekan sekaligus menjaga produktivitas pertanian tetap stabil di tengah ancaman perubahan iklim ekstrem. (Zani)