Ratusan Penambang Padati Tambang Ilegal di Lantung Sumbawa
Mataram (NTBSatu) – Aktivitas penambangan ilegal di wilayah Lantung, Kabupaten Sumbawa, belakangan ini terpantau masih terus berjalan tanpa pengawasan ketat.
Terlihat ratusan penambang dari berbagai wilayah memadati area perbukitan dan mengeruk secara masif untuk mencari material batuan yang mengandung emas.
Dalam sebuah video siaran langsung dari akun Facebook Anos Charly, terlihat besarnya antusiasme warga. Mulai dari yang datang untuk sekadar menyaksikan, maupun ikut mengadu nasib di lokasi galian.
“Waduh, nonton dulu,” ujar seorang pria dalam video, sekaligus memantau padatnya aktivitas ilegal tersebut, Kamis, 4 Juni 2026.
Dari dokumentasi tersebut, visualisasi perbukitan Lantung memperlihatkan kerusakan lingkungan yang cukup parah akibat aktivitas penggalian terbuka.
Struktur tanah juga tampak labil, dengan tebing-tebing curam hasil kerukan, yang berpotensi memicu bencana longsor.
Suasana Siang dan Malam Hari
Dari pantauan video, terlihat mobilitas para pekerja yang mengabaikan standar keselamatan kerja (K3). Pada siang hari, ratusan orang berkumpul di satu titik galian besar, saling berhimpitan di antara tanah dan bebatuan.
Mereka terlihat menggunakan alat pelindung seadanya, seperti topi, jaket, dan sepatu bot, sembari memikul karung-karung berisi material hasil galian.
Di sisi lereng bukit bagian atas, terlihat puluhan sepeda motor milik penambang berjejer di sepanjang jalur tanah yang terjal.
Saat malam hari, warga terlihat menggunakan bantuan senter kepala dan lampu gawai. Namun mereka tetap nekat turun ke dalam lubang-lubang galian yang sempit.
Dari video terdengar suara riuh teriakan antarpelaku tambang berbaur dengan dentuman alat pahat manual yang menghantam bantuan.
Keadaan ini menciptakan atmosfer kerja yang pekat dan berisiko tinggi di tengah kegelapan malam.
Minim Pengawasan
Hingga berita ini diturunkan, aktivitas di area tambang ilegal tersebut masih berjalan dengan ritme yang sama setiap harinya.
Kerumunan massa yang terus bertambah di lokasi galian memicu kekhawatiran terkait potensi konflik antar penambang. Termasuk potensi ancaman keselamatan jiwa akibat runtuhnya runtuhnya dinding galian sewaktu-waktu.
Banyak yang menduga, faktor ekonomi dan minimnya pengawasan di area perbukitan sebagai pemicu utama kembalinya para penambang liar ke lokasi tersebut. (*)




