Keberhasilan Sumbawa Hijau Lestari Capai 50 Persen, Pemkab Fokus Perawatan Tanaman
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa terus mengevaluasi Program Sumbawa Hijau Lestari yang mulai berjalan sejak akhir 2025. Hasil evaluasi menunjukkan tingkat keberhasilan tumbuh tanaman masih sekitar 50 persen.
Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Sumbawa, Ivan Indrajaya mengatakan, hasil monitoring di sejumlah lokasi penanaman menunjukkan variasi pertumbuhan. Mulai dari rendah hingga cukup baik.
Ivan menegaskan, Pemkab Sumbawa menargetkan peningkatan tingkat tumbuh tanaman hingga 80 persen melalui penguatan perawatan dan pengamanan lokasi tanam.
“Kalau rata-rata secara keseluruhan masih sekitar 50 persen. Target kita tahun ini bisa naik sampai 80 persen,” katanya kepada NTBSatu, Minggu, 17 Mei 2026.
Ia menjelaskan, sejumlah kendala di lapangan memengaruhi pertumbuhan tanaman. Mulai dari kondisi lahan, teknik penanaman yang kurang tepat, hingga gangguan hewan ternak yang masuk ke area tanam.
“Masih ada lokasi yang tertutup kondisi lahan. Ada juga yang lubang tanamnya kurang tepat, ditambah gangguan ternak di beberapa titik,” jelasnya.
Menurut Ivan, Pemkab Sumbawa kini memprioritaskan langkah pemagaran di sejumlah titik rawan gangguan. Tiga lokasi yang menjadi prioritas pemagaran yakni Kapasari, Beringin Sila, dan Bendungan Gapit.
“Selain perawatan, tahun ini kita fokus pemagaran di beberapa lokasi prioritas untuk melindungi tanaman,” katanya.
Ia menambahkan, Pemkab Sumbawa belum akan melakukan penanaman kembali secara masif dalam waktu dekat. Penanaman lanjutan setelah musim hujan.
“Sementara belum, nanti setelah musim hujan kita masifkan kembali. Sekarang kita fokus merawat tanaman yang sudah ada dan melakukan pemagaran,” ujarnya.
Tanam 260 Ribu Bibit
Ivan mengungkapkan, sejak program berjalan, Pemkab telah menanam sekitar 260 ribu bibit dari program pemerintah. Selain itu, dukungan bibit juga datang dari berbagai pihak. Misalnya BPDLH, KPH, BUMN, BUMD, Bank NTB, dan BPDAS NTB, mencapai 400 ribu bibit.
“Jika kita totalkan, maka bibit yang sudah tertanam mendekati 400 ribu tanaman,” tambahnya.
Ia menyebut, penanaman tersebar di berbagai wilayah, mulai dari Bendungan Beringin Sila, Bendungan Gapit, Kapasari, kawasan Pacuan Kuda Moyo, hingga sejumlah kecamatan seperti Lantung, Lenangguar, Lape, Lopok, Orong Telu, Plampang, dan Tarano.
“Program ini juga, kita melibatkan sekolah melalui gerakan satu siswa satu pohon serta ASN melalui satu ASN satu pohon,” jelasnya.
Untuk luasan, Ivan menyebut Beringin Sila mencapai hampir 50 hektare, Kapasari sekitar 32 hektare, dan Bendungan Gapit sekitar 18,5 hektare, sementara lokasi lain rata-rata berada di atas 10 hektare per titik.
Meski demikian, hasil monitoring menunjukkan tingkat keberhasilan tumbuh tanaman masih bervariasi antara 20 hingga 70 persen di tiap lokasi. Secara keseluruhan, rata-rata pertumbuhan masih berada di kisaran 50 persen.
Pemkab Sumbawa memastikan akan terus memperkuat evaluasi dan perbaikan teknis untuk meningkatkan keberhasilan Program Sumbawa Hijau Lestari.
“Evaluasi itu harus, dan akan kita terus lakukan, termasuk dalam hal penguatan pengawasan lapangan dan optimalisasi perawatan tanaman,” tegasnya. (*)




