Lombok TimurPemerintahan

Pemkab Lombok Timur Usulkan Tambahan Anggaran Pembangunan Gedung Perpustakaan

Lombok Timur (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur (Lotim) mengakui gedung baru Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, belum dapat beroperasi secara optimal. Sejumlah fasilitas penunjang masih belum tersedia.

Anggaran pembangunan gedung tersebut bersumber dari bantuan Perpustakaan Nasional senilai Rp10,9 miliar. Dari anggaran itu pemerintah daerah berencana mengusulkan tambahan anggaran sekitar Rp3 miliar hingga Rp4 miliar untuk melengkapi kebutuhan gedung tersebut.

Wakil Bupati Lombok Timur, Moh. Edwin Hadiwijaya menjelaskan, bantuan dari Perpustakaan Nasional hanya mencakup pembangunan fisik gedung tiga lantai. Sementara itu, penyelesaian interior dan pengadaan fasilitas pendukung menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.

IKLAN

“Belum optimal 100 persen. Itu bantuan dari Perpustakaan Nasional. Gedungnya tiga lantai, tetapi satu lantai belum finishing, terutama lantai tiga. Yang belum selesai keramik, lampu, dan dindingnya,” ujarnya, Selasa, 28 Juli 2026.

Selain pekerjaan finishing, gedung tersebut juga belum memiliki pendingin ruangan. Edwin mengatakan, pemerintah daerah belum melengkapi seluruh lantai gedung dengan AC. Sehingga kenyamanan pengunjung saat memanfaatkan ruang baca belum maksimal.

“Lantai satu, dua, dan tiga belum ada AC. Padahal orang membaca kan di dalam ruangan,” ujarnya.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan minat masyarakat memanfaatkan fasilitas perpustakaan. Edwin menyebut, jumlah kunjungan saat ini mencapai sekitar 200 orang setiap hari.

Bahkan, Dinas Perpustakaan membuka layanan selama enam hari dalam sepekan dan tengah menyiapkan layanan hingga malam hari.

“Kami akan mencoba membuka sampai malam karena mahasiswa banyak yang membutuhkan tempat belajar,” jelasnya.

Kembangkan Layanan Digital

Di sisi lain, perpustakaan daerah juga terus mengembangkan layanan digital. Saat ini tersedia sekitar 670 koleksi e-library. Namun, pengunjung masih harus membawa laptop sendiri karena perpustakaan baru memiliki dua unit komputer yang dapat digunakan untuk mengakses koleksi digital tersebut.

“Koleksi digital sudah ada. Tetapi untuk membukanya, pengunjung masih harus membawa laptop sendiri. Komputer multimedia yang tersedia baru dua unit,” katanya.

Edwin memperkirakan, pemerintah membutuhkan tambahan anggaran sekitar Rp3 miliar hingga Rp4 miliar, untuk menyelesaikan seluruh fasilitas yang masih kurang, mulai dari pekerjaan finishing, hingga pengadaan AC dan sarana penunjang lainnya.

Menurutnya, usulan tersebut akan dibahas terlebih dahulu di Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) sebelum diajukan kepada DPRD Lombok Timur.

Ia berharap, dukungan anggaran itu dapat segera terealisasi sehingga gedung perpustakaan benar-benar berfungsi sebagai pusat literasi modern yang nyaman bagi pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum. (*)

Artikel Terkait