Pemprov NTB Kebut DED hingga AMDAL Proyek Jalan Port to Port Lembar-Kayangan
Mataram (NTBSatu) – Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) NTB mempercepat penyelesaian seluruh prasyarat pembangunan jalan port to port Lembar-Kayangan.
Tahun ini, pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB, mengejar penyusunan Detailed Engineering Design (DED), Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin), serta pembebasan lahan sebagai syarat memulai konstruksi.
Kepala Dinas PUPRPKP NTB, Lalu Kusuma Wijaya mengatakan, kementerian terkait telah merespons rencana pembangunan itu melalui penyiapan Readiness Criteria (RC).
Pemprov NTB kini menyusun seluruh dokumen teknis agar proyek memasuki tahap konstruksi pada 2027.
“DED, AMDAL, Andalalin, termasuk pembebasan lahan sedang kami proses. Insyaallah seluruh tahapannya selesai secara bertahap tahun ini,” katanya kepada NTBSatu, Selasa, 14 Juli 2026.
Kusuma menegaskan, pemerintah memulai pembangunan secara bertahap sesuai kesiapan dokumen dan pendanaan. Pemerintah menargetkan tahapan konstruksi mulai berjalan pada tahun 2027.
“Target kami, 2027 sudah mulai tahap pelaksanaan. Proyek ini memang tidak bisa sekaligus,” ujarnya.
Kusuma juga meluruskan progres penyusunan DED. Menurutnya, tim penyusun telah memulai pekerjaan tersebut, namun belum menyelesaikannya. Saat ini tim masih menyusun DED bersamaan dengan AMDAL.
“DED sudah masuk tahap penyusunan. Kami juga menyusun AMDAL. Mudah-mudahan seluruh prasyarat selesai tahun ini, sehingga konstruksi bisa mulai pada 2027 dan berlanjut pada tahun berikutnya,” ucapnya.
Butuh Anggaran hingga Rp3 Triliun
Ia mengaku saat ini, pihaknya belum menetapkan nilai pasti proyek tersebut. Kusuma memperkirakan kebutuhan anggaran pembangunan jalan port to port mencapai sekitar Rp2 triliun hingga Rp3 triliun.
Namun, ia menegaskan pihaknya baru menghitung kebutuhan anggaran setelah menyelesaikan DED karena dokumen itu memuat desain teknis sekaligus estimasi biaya konstruksi.
“Perkiraan sampai 2 hingga 3 triliun, tapi itu kalau DED selesai, baru kami punya acuan biaya yang lebih mendekati kebutuhan riil. Sekarang kami masih memakai estimasi sehingga angkanya masih bisa berubah,” katanya.
Jalan port to port Lembar-Kayangan akan membentang sekitar 50 kilometer melalui jalur selatan Pulau Lombok. Jalur tersebut melintasi Gerung, Praya, Sengkol, Keruak, Labuhan Haji, hingga Pringgabaya.
Pemprov NTB memilih jalur selatan karena lebih efisien dari sisi logistik dan ekonomi. Jalur itu juga memperkuat konektivitas Pelabuhan Lembar dan Pelabuhan Kayangan serta mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan selatan Pulau Lombok. (*)




