Revitalisasi Pasar Tana Mira Tahap II Dimulai, Blok Ruko Depan Mulai Dibongkar
Sumbawa Barat (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa Barat resmi memulai pekerjaan fisik revitalisasi Pasar Tana Mira Taliwang Tahap II setelah seluruh pedagang pada blok ruko berhasil direlokasi.
Sekretaris Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) KSB, Khaerul Anwar, SE. menjelaskan, proses pemindahan pedagang tuntas sejak pekan lalu demi mensterilkan area renovasi dari aktivitas perdagangan.
“Sekarang di ruko yang terkena rehab tidak ada lagi pedagang yang berjualan. Proses negosiasi tidak berlangsung lama dan para pedagang langsung setuju saat penyampaian pemberitahuan pemindahan,” ujarnya, Rabu, 4 November 2026.
Proyek strategis daerah yang menelan anggaran sebesar Rp14,8 miliar dari APBD Perubahan 2026 ini melanjutkan pengerjaan tahap pertama tahun sebelumnya yang menyerap dana Rp16 miliar.
Pemkab KSB menargetkan seluruh rangkaian pekerjaan fisik rampung sepenuhnya pada akhir tahun 2026.
Progres Pembongkaran dan Pendataan Pedagang
Kepala UPTD Pengelolaan Pasar Tana Mira Taliwang, Erny Patriani, mengungkapkan proses pembongkaran fisik di bagian depan ruko sudah mulai berjalan sejak kemarin.
Khusus untuk zona pedagang emas di bagian depan, pihak pengelola memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk mengoordinasikan perbaikan secara mandiri mengingat karakteristik komoditas tersebut membutuhkan tingkat pengamanan ekstra yang lebih spesifik.
“Sudah mulai dari kemarin terkait pembongkaran yang di depan. Untuk pedagang emas, mereka perbaiki sendiri karena memang emas agak riskan daripada yang lain,” ujar Erny.
Berdasarkan pendataan resmi UPTD Pasar, proyek Pasar Tana Mira tahap II ini berdampak pada puluhan pelaku usaha yang tersebar di beberapa blok utama.
Rincian pendataan mencakup 19 pedagang di zona Plaza Emas. Kemudian, 16 pedagang di Plaza Blok B, serta 16 pedagang di Kios Blok Gudang.
Sementara itu, blok pedagang kuliner dan nasi mencatat 14 pelaku usaha yang menempati lokasi relokasi di area belakang pasar.
Para pedagang menempati lapak sementara dengan ukuran bervariasi, mulai dari satu hingga tiga lokal sesuai kebutuhan masing-masing.
Mereka menjual beragam dagangan. Mulai dari gado-gado, aneka nasi, soto Lamongan, gorengan, cendol, plecing, gerabah, sembako, jajanan, pecak belah, hingga kopi.
Pantauan di lapangan menunjukkan pembongkaran struktur utama ruko yang terdampak reruntuhan mulai berlangsung secara bertahap, dari bagian atap.
Selain merenovasi bangunan lama, proyek tahap II ini mencakup penambahan unit ruko baru untuk memperluas fasilitas pasar.
Pembenahan pasar daerah terbesar di Sumbawa Barat ini diharapkan mampu mendongkrak kenyamanan bertransaksi secara keseluruhan. (*)




