Lombok TimurPendidikan

Kesenjangan Mutu Sekolah Negeri dan Swasta di Lombok Timur Capai 44,7 Persen

Lombok Timur (NTBSatu) – Kesenjangan mutu pendidikan antara sekolah negeri dan swasta di Lombok Timur (Lotim) mencapai 44,7 persen berdasarkan hasil rapor mutu pendidikan 2025. Kondisi ini mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur membentuk klaster sekolah jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) di 21 kecamatan.

Kepala Bidang SMP, Dinas Dikbud Lombok Timur, Samsul Wajdi mengatakan, pembentukan klaster tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memperkecil kesenjangan kualitas pendidikan.

Melalui program ini, sekolah negeri dan swasta dapat membangun kerja sama dalam meningkatkan mutu pembelajaran.

Menurutnya, tantangan peningkatan mutu pendidikan di Lombok Timur cukup besar. Saat ini terdapat 305 SMP dan sebagian besar merupakan sekolah swasta. .

“Kami melihat masih ada sekolah yang memiliki keterbatasan sarana dan sumber daya. Karena itu, perlu ada ruang kolaborasi agar sekolah yang sudah memiliki fasilitas memadai dapat membantu sekolah yang masih membutuhkan dukungan,” kata Samsul, Senin, 2 November 2026.

Salah satu bentuk kerja sama yang ingin dikembangkan yakni pemanfaatan fasilitas pendidikan antarsekolah. SMP swasta yang belum memiliki laboratorium IPA atau komputer, dapat menjalin kerja sama dengan sekolah negeri yang sudah mempunyai fasilitas tersebut.

Selain berbagi sarana, setiap sekolah juga dapat saling bertukar pengalaman dan praktik baik dalam proses pembelajaran.

“Jadi, setiap sekolah tidak hanya mengandalkan kemampuannya sendiri untuk meningkatkan kualitas pendidikan,” jelas Samsul.

Samsul menjelaskan, sebelumnya sekolah negeri dan swasta sudah memiliki wadah komunikasi melalui Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS). Namun, kedua kelompok sekolah masih menjalankan komunitas secara terpisah sehingga kolaborasi belum berjalan optimal.

“Melalui klaster ini, kami ingin menyatukan sekolah negeri dan swasta dalam satu komunitas. Mereka bisa saling berbagi pengalaman, menginspirasi, dan melengkapi kekurangan masing-masing untuk mencapai mutu pendidikan yang lebih baik,” ujarnya.

Sejumlah Klaster Mulai Bergerak

Samsul menyebut, pembentukan klaster sekolah merupakan program baru Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur. Sejumlah kecamatan mulai mengukuhkan kepengurusan sebagai langkah awal menjalankan program tersebut.

“Program klaster sekolah ini masih baru kami jalankan. Saat ini, beberapa kecamatan sudah mulai mengukuhkan kepengurusan sebagai langkah awal untuk menjalankan program tersebut,” kata Samsul.

Salah satu klaster yang mulai menjalankan kegiatan yakni Klaster Sambelia. Mereka telah menginisiasi program peningkatan mutu pendidikan dengan melibatkan lembaga swadaya masyarakat (NGO).

Selain itu, sejumlah klaster menggelar pelatihan literasi dan numerasi untuk meningkatkan kapasitas guru SMP. Beberapa sekolah juga mulai mengembangkan kegiatan peningkatan mutu pendidikan secara mandiri. (*)

Artikel Terkait