PemerintahanSumbawa Barat

Dishub KSB Tagih Janji Pemprov NTB soal Pembenahan Terminal Taliwang

Sumbawa Barat (NTBSatu) – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menagih komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB terkait pembenahan Terminal Taliwang. Sebab, fasilitas transportasi publik tersebut memegang peranan sebagai wajah utama serta estetika daerah.

Pemerintah daerah telah berulang kali menyampaikan persoalan penataan fasilitas ini kepada jajaran Dinas Perhubungan Provinsi NTB. Oleh karena itu, penanganan area gerbang masuk daerah memerlukan kepastian realisasi anggaran secara cepat.

Kepala Dinas Perhubungan KSB, Suharno menyatakan, estetika kota sangat bergantung pada kondisi fasilitas publik seperti terminal. Pihaknya terus menyuarakan perbaikan tersebut kepada instansi tingkat provinsi. 

“Terminal itu cermin keindahan kota, hal ini selalu kami sampaikan setiap ada kunjungan Dinas Perhubungan provinsi,” ujar Suharno, Kamis, 29 Oktober 2026.

Pihak provinsi sempat menjanjikan pengalokasian anggaran pembenahan terminal usai perhelatan ajang internasional di Mandalika. Namun demikian, janji perbaikan sarana publik utama di Taliwang tersebut belum menunjukkan tanda-tanda eksekusi lapangan.

Suharno menambahkan, janji perbaikan tersebut sudah sering tersuarakan dalam berbagai kesempatan resmi. Di samping itu, kondisi fisik terminal sangat menentukan kesan pertama para pendatang saat menginjakkan kaki di Sumbawa Barat.

“Pemprov pernah berjanji membenahi terminal setelah ajang Mandalika, komitmen itu terus kami ingatkan,” tutur Suharno.

Pemprov NTB Anggarkan Rp350 Juta

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Angkutan Darat Dinas Perhubungan Provinsi NTB, Khaerus Sobri, memberikan penjelasan resmi terkait status penanganan terminal. Menurutnya, pemerintah provinsi telah mengalokasikan anggaran pada APBD Perubahan 2026 untuk perbaikan fasilitas dasar.

Khaerus Sobri menyebutkan, pagu anggaran sekitar Rp300 juta hingga Rp350 juta Pemprov siapkan guna menangani standar pelayanan minimal terminal. Di samping itu, perbaikan mencakup fasilitas kamar mandi, sanitasi, air bersih, lampu, serta pembenahan atap.

“Provinsi sudah menganggarkan pada perubahan 2026 untuk perbaikan infrastruktur terminal,” ujar Khaerus Sobri saat dikonfirmasi.

Terkait jadwal eksekusi, pihak provinsi memastikan proses perencanaan saat ini sedang berjalan secara bertahap. Oleh sebab itu, pengerjaan fisik di lapangan dipastikan mulai berlangsung pada November mendatang.

Khaerus Sobri menambahkan, pengerjaan fisik ditargetkan tuntas sebelum penghujung tahun 2026 karena sifatnya non-struktural. 

Mengenai klaim janji, pihaknya membantah pernah menjanjikan penyelesaian proyek pasca-ajang internasional Mandalika.

“Fisik terminal mulai November dan selesai akhir 2026, serta kami tidak pernah berjanji selesai ajang Mandalika,” tegasnya.

Minimnya Fasilitas PJU 

Selanjutnya, Suharno turut membeberkan masalah minimnya fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU) pada ruas jalan nasional. Sebab, instansi pemegang kewenangan wilayah nyaris tidak pernah memprioritaskan pemasangan lampu penerangan jalan.

Suharno mengungkapkan kekecewaannya karena ruas jalan utama tersebut luput dari perhatian instansi berwenang. Sebagai penutup, pemerintah daerah berharap sinergi lintas instansi segera terwujud demi kenyamanan warga.

“Masyarakat tidak peduli pembagian kewenangan instansi, hal terpenting bagi warga adalah kenyamanan beraktivitas,” pungkas Suharno. (*)

Artikel Terkait