Ekonomi Bisnis

306 Petugas Siap Turun Lapangan, BPS Kota Mataram Kejar Data Ekonomi Terkini

Mataram (NTBSatu) – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Mataram bersiap menggelar Sensus Ekonomi 2026 dengan menerjunkan sebanyak 306 petugas lapangan, untuk mendata puluhan ribu pelaku usaha di seluruh wilayah kota.

Pendataan akan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 dengan target mencapai 50 ribu hingga 60 ribu unit usah. Mulai dari pelaku UMKM, pedagang kaki lima, hingga perusahaan besar.

Kepala BPS Kota Mataram, M. Reza Nugraha Kusumowinoto mengatakan, sensus ekonomi menjadi langkah penting untuk memotret kondisi terkini perekonomian masyarakat Kota Mataram secara menyeluruh.

IKLAN

“Kami ingin mendapatkan gambaran terbaru struktur ekonomi Kota Mataram. Karena itu seluruh pelaku usaha akan menjadi sasaran pendataan,” ujar Reza, Senin, 25 Mei 2026.

Menurutnya, ratusan petugas nantinya akan turun langsung menggunakan metode door-to-door agar seluruh aktivitas usaha dapat terdata secara akurat. Termasuk, usaha yang tidak memiliki tempat permanen.

“Petugas akan mendatangi langsung lokasi usaha masyarakat. Untuk pedagang yang sifatnya sementara atau bongkar-pasang seperti PKL, pendataan dilakukan melalui rumah tangga pelaku usahanya,” katanya.

IKLAN

Selain pendataan lapangan, BPS Kota Mataram juga menyiapkan sistem pendataan berbasis digital melalui metode Computer Assisted Web Interview (CAWI), khususnya untuk perusahaan besar agar proses pengumpulan data lebih cepat dan efisien.

“Pendataan berbasis web ini kami siapkan untuk mempermudah pelaku usaha besar dalam memberikan data secara mandiri,” jelasnya.

Hasil Sensus Jadi Acuan Pemerintah

Sementara itu, Asisten II Setda Kota Mataram, Miftahurrahman menilai, sensus ekonomi memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah. Terlebih, Kota Mataram saat ini mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Berdasarkan data pertumbuhan ekonomi kabupaten/kota di NTB tahun 2025, Kota Mataram berada di posisi pertama dengan pertumbuhan mencapai 5,43 persen.

“Pertumbuhan ekonomi Kota Mataram saat ini tertinggi di NTB. Karena itu data sensus ekonomi sangat penting untuk melihat kondisi riil masyarakat dan menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan pembangunan,” ujar Miftahurrahman.

Ia menambahkan, data hasil sensus nantinya akan menjadi acuan pemerintah dalam menyusun berbagai program strategis. Mulai dari pengembangan UMKM, investasi daerah, penataan perdagangan, hingga kebijakan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Kalau data yang dimiliki akurat, maka kebijakan pemerintah juga akan lebih tepat sasaran,” katanya.

Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram dan BPS berharap, seluruh masyarakat serta pelaku usaha dapat mendukung pelaksanaan sensus dengan memberikan data yang benar dan lengkap kepada petugas di lapangan.

“Partisipasi masyarakat sangat penting, karena data ini akan menentukan arah pembangunan ekonomi daerah ke depan,” tambahnya. (*)

Artikel Terkait

Back to top button