SMAN 9 Mataram Perkuat Digitalisasi Pendidikan, Guru Aktif Gunakan Aplikasi Pembelajaran
Mataram (NTBSatu) – SMAN 9 Mataram terus memperkuat penerapan digitalisasi pendidikan dalam proses belajar mengajar. Sekolah kini aktif memanfaatkan berbagai aplikasi pembelajaran digital, yang digunakan guru di hampir seluruh mata pelajaran.
Kepala SMAN 9 Mataram, Nengah Istiqomah mengatakan, kesiapan sekolah menghadapi digitalisasi pendidikan mendapat dukungan dari guru, siswa, staf sekolah, hingga orang tua.
“Alhamdulillah siap, baik guru, staf, siswa, serta orang tua siap. Secara skill (kemampuan, red) dan kompetensi siap,” ujarnya kepada NTBSatu, Senin, 25 Mei 2026.
Menurutnya, para guru di SMAN 9 Mataram mulai aktif beradaptasi dengan penggunaan teknologi dalam pembelajaran. Berbagai aplikasi digital digunakan, untuk mendukung kegiatan belajar yang lebih interaktif dan sesuai perkembangan zaman.
Beberapa aplikasi tersebut, antara lain YouTube, Canva, Google Form, TikTok edukasi, Wayground, PhET Simulation, Assemblr Edu, hingga laboratorium virtual pembelajaran.
Pemanfaatkan aplikasi tersebut dalam berbagai mata pelajaran seperti fisika, kimia, biologi, geografi, bahasa Inggris, ekonomi, pendidikan agama, hingga seni budaya.
“Tantangan pendidikan sekarang memang harus mengikuti perkembangan zaman. Karena itu guru-guru kami mulai aktif menggunakan aplikasi digital, agar pembelajaran lebih menarik dan siswa lebih dekat dengan teknologi,” kata Nengah.
Terkendala Fasilitas dan Siswa Kecanduan Gim
Meski demikian, pihak sekolah mengakui, masih terdapat sejumlah tantangan dalam penerapan digitalisasi Pendidikan. Terutama, terkait fasilitas penunjang dan pola penggunaan smartphone oleh siswa.
“Tantangan terbesar adalah mindset (pola pikir, red) anak dalam menggunakan smartphone. Masih banyak anak yang kecanduan game,” katanya.
Saat ini, SMAN 9 Mataram memiliki sekitar 30 rombongan belajar dengan jumlah siswa mencapai 1.080 orang. Namun, sekolah baru memiliki satu perangkat PID untuk mendukung pembelajaran digital.
Karena itu, sekolah berharap adanya dukungan tambahan fasilitas. Misalnya, perangkat pembelajaran digital, laboratorium komputer, perpustakaan digital, hingga pembaruan instalasi listrik sekolah yang telah lebih dari 20 tahun.
“Semoga SMAN 9 Mataram dapat menjadi sekolah unggul berbasis digital sesuai brand sekolah research untuk mengawal pendidikan yang maju, bermutu, berbudaya, dan bermartabat,” tutupnya.
Beberapa waktu lalu, SMAN 9 Mataram juga masuk dalam 16 sekolah yang terpantau aktif dalam penggunaan pembelajaran digital. (Caca)




