PemerintahanSumbawa

Bupati Jarot Minta Warga Batu Lanteh Jaga Hutan dan Mata Air

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P. mengajak masyarakat Batu Lanteh menjaga hutan sebagai sumber mata air bagi Kabupaten Sumbawa.

Ia menegaskan masyarakat perlu menghentikan penebangan pohon agar kawasan hutan tetap mampu menjaga ketersediaan air untuk masyarakat.

Pesan tersebut Bupati sampaikan saat menutup Bupati Cup di Lapangan Batu Dulang, Kecamatan Batu Lanteh, Selasa, 6 Oktober 2026. Camat Batu Lanteh, Kepala Desa Batu Dulang, Kapolsek, Babinsa, unsur pimpinan kecamatan, perangkat desa, Karang Taruna, dan masyarakat turut hadir dalam kegiatan tersebut.

“Hutan Batu Lanteh menjadi sumber mata air bagi Kota Sumbawa. Karena itu, saya mengajak masyarakat menjaga hutan dan tidak lagi menebang pohon di kawasan tersebut,” ujar Bupati Jarot.

Selain mengingatkan pentingnya menjaga hutan, Bupati Jarot juga memaparkan rencana pengembangan Batu Dulang sebagai kawasan agrowisata buah di Kabupaten Sumbawa.

Menurutnya, Batu Dulang memiliki potensi besar untuk menjadi sentra produksi buah-buahan dan hortikultura dataran tinggi. Karena itu, Pemkab Sumbawa akan mendukung masyarakat melalui penyediaan bibit secara gratis.

“Batu Dulang akan kita dorong menjadi sentra buah-buahan. Pemda akan menyiapkan bibit alpukat, durian, manggis, serta sayuran dataran tinggi secara gratis untuk para petani,” ujarnya.

Bupati berharap program tersebut dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memperkuat sektor pertanian di wilayah pegunungan.

Percepat Jalan dan Listrik

Sementara itu, Bupati Jarot juga memastikan Pemkab Sumbawa terus mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah Batu Lanteh dan Orong Telu.

Ia mengatakan pemerintah daerah akan menuntaskan penanganan ruas jalan Tepal–Batu Dulang yang selama ini menjadi harapan masyarakat. Selain itu, pemerintah juga terus berkoordinasi untuk menghadirkan layanan listrik PLN ke sejumlah desa terpencil.

“Jalan Tepal–Batu Dulang akan segera kita selesaikan. Selain itu, listrik PLN juga akan masuk ke lima desa terpencil di Batu Lanteh dan Orong Telu. Insyaallah mulai Januari 2027,” katanya.

Menurut Bupati, pembangunan infrastruktur, pengembangan pertanian, dan pelestarian lingkungan harus berjalan bersama. Karena itu, masyarakat perlu menjaga hutan agar pembangunan yang berjalan dapat memberi manfaat dalam jangka panjang.

Dengan demikian, Pemkab Sumbawa tidak hanya fokus membangun akses jalan dan layanan dasar, tetapi juga mendorong pengembangan ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian yang berkelanjutan. (*)

Artikel Terkait