Dinkes Sumbawa Buka Rekrutmen Khusus Eks Non-ASN Fasilitas Kesehatan, Seleksi Gunakan CAT
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa mulai membuka rekrutmen tenaga profesional Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) bagi tenaga kesehatan dan tenaga penunjang yang sebelumnya bekerja di puskesmas maupun rumah sakit. Dinas Kesehatan menggelar seleksi tersebut menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) pada Rabu, 29 Juli 2026.
Rekrutmen itu tidak menyasar pelamar umum. Sebaliknya, Dinas Kesehatan memprioritaskan tenaga non-ASN yang pernah mengabdi di fasilitas kesehatan, tetapi belum masuk dalam skema pengangkatan aparatur sipil negara.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, Hj. Nur Atika, S.ST., M.M.Inov., mengatakan pemerintah daerah ingin memberi kesempatan kepada tenaga yang selama ini tetap membantu pelayanan kesehatan di puskesmas dan rumah sakit.
“Seleksi ini khusus untuk teman-teman yang sebelumnya sudah bekerja di puskesmas dan rumah sakit,” ujar Nur Atika kepada wartawan.
“Mereka terdiri dari tenaga kesehatan dan tenaga penunjang. Jadi, kami tidak membuka seleksi ini untuk pelamar umum,” lanjutnya.
Prioritaskan Tenaga yang Sudah Mengabdi
Nur Atika menjelaskan, sebagian peserta pernah mengikuti seleksi CPNS maupun PPPK. Namun, mereka belum berhasil lolos atau belum masuk dalam database yang menjadi dasar pengangkatan pemerintah.
Menurutnya, pemerintah menggunakan database tahun 2024 sebagai acuan pengangkatan PPPK. Sementara itu, sejumlah tenaga tetap bekerja di fasilitas kesehatan setelah proses pendataan berakhir.Karena itu, Dinas Kesehatan memfasilitasi rekrutmen tenaga profesional BLUD agar puskesmas dan rumah sakit tetap memiliki tenaga yang memahami kebutuhan pelayanan kesehatan.
“Teman-teman itu tetap bekerja di puskesmas dan rumah sakit. Karena itu, kami memfasilitasi seleksi tenaga profesional BLUD bagi mereka,” katanya.
Selanjutnya, Dinas Kesehatan menggandeng Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sumbawa untuk menjalankan proses seleksi. Kolaborasi tersebut bertujuan menjaga proses rekrutmen tetap objektif dan transparan.
Nur Atika menegaskan setiap peserta wajib mengikuti tahapan seleksi sesuai ketentuan yang berlaku.
“Semua peserta harus mengikuti mekanisme seleksi. Peraturan bupati mengatur rekrutmen tenaga profesional BLUD melalui proses seleksi,” ujarnya.
Pada hari pertama, panitia membagi sekitar 300 peserta ke dalam empat sesi. Masing-masing peserta mengikuti tes CAT sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Melalui rekrutmen tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumbawa berharap puskesmas dan rumah sakit tetap memiliki tenaga yang berpengalaman sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat terus berjalan secara optimal. (*)




