NTB Siagakan 384 Tenaga Medis dan 14 Helikopter saat MotoGP Mandalika 2026
Mataram (NTBSatu) – Dinas Kesehatan (Dinkes) NTB memastikan kesiapan penuh seluruh tim medis dan armada kesehatan untuk mendukung gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika.
Kepala Dinas Kesehatan NTB, Dr. dr. H. Lalu Hamzi Fikri menjelaskan, NTB mampu secara mandiri menyediakan kebutuhan operasional medis pada ajang tahun ini, tanpa perlu mendatangkan bantuan ambulans maupun tenaga medis dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.
Fikri mengonfirmasi kemandirian medis tersebut melalui pengerahan 384 Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan gabungan dari seluruh kabupaten dan kota se-NTB.
“Kami menyiagakan seluruh personel medis dengan sistem koordinasi terpadu untuk menjamin keselamatan pembalap, ofisial, hingga puluhan ribu penonton. Baik di area sirkuit maupun kawasan sekitarnya,” ujar Fikri, Senin, 14 September 2026.
Ia menambahkan, Dinas Kesehatan NTB memfokuskan penanganan medis pada area inti balapan dan intra-hospital di Ring 1. Di area itu pihaknya menerjunkan 170 personel medis balap serta 28 dokter spesialis dan tenaga terampil.
Fikri menyebutkan, timnya menurunkan dokter spesialis yang mencakup spesialis bedah saraf, anestesi, bedah umum, hingga spesialis emergency. Pihaknya juga memplot 185 personel kesehatan untuk mendukung area luar lintasan balap di Ring 2 dan Ring 3.
Konsolidasi Armada Ambulans dan Helikopter Medis
Selain mengerahkan SDM, Dinas Kesehatan NTB memperkuat kesiapan armada transportasi medis darurat. Di antaranya: menyiagakan 14 unit ambulans khusus area race, 32 unit ambulans non-race. Kemudina, 22 unit ground post, serta 14 unit helimedic atau helikopter medis.
Ia juga menegaskan, timnya telah mengonsolidasikan seluruh unit ambulans standar dari rumah sakit dan puskesmas se-NTB ke dalam satu komando untuk memastikan respons cepat saat terjadi situasi darurat.
Fikri menjelaskan, pihaknya telah merancang skenario rujukan medis secara sistematis. Petugas medis di fasilitas kesehatan sirkuit akan memberikan penanganan awal kepada pembalap yang mengalami kecelakaan (crash) di lintasan, sebelum merujuk mereka menggunakan helikopter medis menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB.
Bagi penonton atau pengunjung yang membutuhkan perawatan, Fikri mengarahkan petugas untuk merujuk mereka ke beberapa rumah sakit pendukung. Seperti RSUD Mandalika, RSUD Praya, RSUD Patut Patuh Patju Lombok Barat, RSUD Kota Mataram, serta rumah sakit swasta mitra seperti RS Siloam dan RS Harapan Keluarga.
Fikri berkomitmen memperkuat beberapa jaringan pelayanan kesehatan tingkat pertama melalui Puskesmas Kuta, Sengkol, Teruwai, Mangkang, Penujak, hingga Batujai.
Selain di kawasan sirkuit, Fikri menyebut petugas menyebar pos-pos kesehatan di titik-titik krusial penonton dan jalur pergerakan wisatawan. Titik-titik ini tersebar mulai dari Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Utara, hingga Kota Mataram. Termasuk kawasan penyeberangan dan bandara seperti Bangsal, Lembar, Gerung, BIL, Desa Sade, Songgong, Bandara BIZAM, serta Kayangan.
Jika terjadi situasi darurat berskala besar (eskalasi), Fikri bersama pihaknya akan mengaktifkan skenario pemantauan dan pergerakan tim secara cepat dan terintegrasi melalui Public Safety Center (PSC) 119.
Selain itu, guna mengantisipasi agenda kunjungan Presiden Republik Indonesia, Dinkes NTB menyiapkan fasilitas Mini-ICU secara khusus di lokasi-lokasi vital, seperti Bandara BIZAM, area sirkuit, dan titik-titik perlintasan rombongan kepresidenan. (Japriani)




