Musik Keras hingga Pagi Ganggu Kenyamanan Wisatawan Senggigi
Lombok Barat (NTBSatu) – Musik keras di tegah malam hingga pagi menjadi keluhan wisatawan yang menginap di kawasan Central Senggigi, Lombok Barat. Wisatawan mengaku tak bisa tidur dengan tenang karena merasa terganggu.
Ketua Senggigi Hotel Association, I Ketut M. Jaya Kusuma menyebut, gangguan tersebut berpotensi merusak kenyamanan wisatawan. Ia mengatakan keluhan datang dari wisatawan mancanegara maupun domestik.
Menurutnya, sejumlah tempat hiburan memutar live music dari malam hingga pagi, bahkan siang hari.
“Kita ketahui bahwa penginapan-penginapan Central Senggigi ini tamu-tamunya merasa terganggu dengan live music yang dari malam sampai dengan pagi bahkan siang,” kata Ketut, Selasa, 15 September 2026.
Ketut menilai, persoalan tersebut perlu mendapat perhatian pemerintah sebelum memengaruhi citra Senggigi. Ia khawatir wisatawan memilih destinasi lain karena tidak mendapatkan waktu istirahat yang nyaman.
“Ini sangat mengganggu kenyamanan wisatawan sehingga kalau ini tidak diatur tata kelolanya,” ujarnya.
Tak Semua Wisatawan Cari Hiburan
Ketut juga menjelaskan, tidak semua wisatawan datang ke Senggigi untuk mencari hiburan malam. Sebagian wisatawan justru membutuhkan waktu istirahat setelah mengikuti aktivitas wisata sepanjang hari.
“Karena tidak semua tamu juga yang stay di Senggigi ini tujuannya adalah untuk mencari hiburan,” katanya.
Ketut mendorong pemerintah mengatur tata kelola live music berdasarkan jenis usaha. Menurutnya, kafe dan restoran terbuka sebaiknya membatasi pertunjukan musik hingga pukul 23.00 Wita.
Sementara itu, klub malam dapat beroperasi lebih lama dengan syarat pengelola memenuhi standar peredaman suara.
“Live music katakanlah kafe atau restoran terbuka itu mungkin sampai jam 11 malam. Tapi yang Night Club mungkin sampai jam 2 malam,” jelasnya.
Ia menekankan, pengaturan tersebut harus memperhatikan kenyamanan tamu penginapan di sekitar tempat hiburan.
“Dengan catatan yang Night Club ini tentu memiliki peredam suara yang baik, sehingga tidak mengganggu tamu-tamu yang istirahat,” katanya.
Wisatawan Keluhkan Sulit Tidur
Di sisi lain, wisatawan asal Italia, Gabriele Carradori, mengaku terganggu karena musik keras terdengar hingga 24 jam. “Ada musik yang sangat keras, 24 jam, di belakang hotel ini,” ujar Gabriele.
Ia mengaku mendengar suara Bass Musik sampai ruang kamar hotelnya bergetar. Padahal hanya beberapa orang yang ada di klub musik tersebut saat pagi harinya.
“Cukup terganggu, saya sampai bangun pas jam 4 pagi, dan melihat hanya ada 5-10 orang dengan musik yang sangat besar bass nya,” keluh wisatawan tersebut.
Oleh karena itu, Ketut berharap pemerintah segera hadir menyelesaikan persoalan tersebut melalui aturan yang jelas.
Ia menilai, Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP) membutuhkan dasar hukum yang kuat untuk melakukan penertiban.
“Ya tentu yang pertama diatur dulu tata kelolanya. Sehingga di lapangan ini semua bisa berjalan dengan baik, semua stake holder merasa nyaman, semua industri merasa nyaman, tamu juga nyaman,” pungkasnya. (*)




