Wabup Hanipah Buka Bimtek Penguatan DTSEN Melalui SIGAP AGR V3
Sumbawa Barat (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, terus berupaya merapikan fondasi pembangunan daerah melalui penyediaan basis data yang akurat. Langkah strategis ini dengan mendorong penguatan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), guna memastikan seluruh kebijakan program tepat sasaran.
Komitmen tersebut pemerintah daerah tegaskan, saat menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) penguatan DTSEN melalui aplikasi SIGAP AGR V3 di Ruang Rapat Paserang Setda KSB, Rabu, 20 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi ruang penyegaran, sekaligus penguatan kapasitas bagi Agen Gotong Royong (AGR) selaku ujung tombak validasi data di lapangan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa KSB, H. Abdul Hamid menyatakan, implementasi program Kartu KSB Maju saat ini terus pemerintah sempurnakan seiring kebutuhan penyelarasan data. Kualitas data riil masyarakat perlu dijaga secara berkelanjutan, agar intervensi program semakin menyasar kelompok prioritas, terutama pada desil 1.
Wakil Bupati (Wabup) Sumbawa Barat, Hj. Hanipah menekankan, akurasi data di lapangan tidak hanya bergantung pada kecanggihan sistem. Keaktifan dan kepekaan sosial dari para agen di tingkat bawah menjadi kunci utama validasi kondisi riil masyarakat.
“Makanya saya tekankan kembali pada kita semua, setiap jadwal dan waktu Yasinan itu diharuskan untuk kita hadir,” ujar Hj. Hanipah, Rabu, 20 Mei 2026.
Dorong Penyampaian Temuan
Hj. Hanipah menambahkan, kehadiran para agen dalam forum Yasinan bukan sekadar formalitas untuk duduk dan mendengarkan. Seluruh persoalan dan temuan kasus sosial ekonomi di tengah warga harus disampaikan secara terbuka kepada jajaran aparatur daerah.
“Bukan hanya kita datang untuk duduk mendengarkan, tetapi apa pertanyaan yang ada di lapangan disampaikan. Walaupun tidak dengan bahasa Indonesia, yang penting bisa disampaikan kepada Bupati dan OPD terkait agar bisa mendengarkan, merespons, dan mengonfirmasi datanya,” tegasnya.
Ia menilai, penggunaan bahasa daerah atau bahasa Taliwang dalam forum koordinasi tersebut tidak menjadi masalah selama esensi masalah tersampaikan. Harapannya, penyampaian aspirasi secara langsung mampu menjadi bahan koreksi data sekaligus mempercepat respons penanganan dari pemerintah.
Melalui pembaruan aplikasi SIGAP hingga versi 3 ini, harapannya AGR tidak hanya menguasai aspek teknis operasional. Kolaborasi intensif bersama pemerintah desa, kelurahan, hingga kecamatan menjadi instrumen penting agar data sinkron dan dapat dipertanggungjawabkan.
Turut hadir pada agenda strategis ini jajaran kepala OPD, camat, lurah, kepala desa, serta perwakilan AGR se-KSB. Otoritas penyelenggara juga menghadirkan narasumber berkompeten dari Dinas Kominfo, Dukcapil, serta Dinas Sosial selaku pengampu utama pengelolaan data daerah. (Andini)




