Dinsos Lombok Timur Telusuri Data Penerima Bansos Terindikasi Judol
Lombok Timur (NTBSatu) – Dinas Sosial (Dinsos) Lombok Timur masih menelusuri data warga yang masuk dalam indikator aktivitas judi online (judol) dalam proses penyaluran Bantuan Sosial (bansos).
Kepala Dinas Sosial Lombok Timur, Siti Aminah mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan jumlah warga yang terdampak indikator tersebut.
Dinas Sosial masih mencocokkan dan menelusuri data sebelum menarik kesimpulan.
Menurutnya, pemerintah memasukkan sejumlah indikator dalam proses pemadanan data penerima bansos. Data itu berasal dari delapan kementerian dan lembaga.
Indikator judi online menjadi salah satu pertimbangan pemerintah untuk menilai kelayakan penerima. Namun, temuan tersebut tidak otomatis mengubah posisi desil keluarga.
“Terindikasi itu tidak serta-merta menaikkan desil. Indikator tersebut hanya menjadi pertimbangan dalam menentukan kelayakan menerima bantuan agar bantuan tidak disalahgunakan,” ujarnya, Senin, 7 September 2026.
Aminah menegaskan, pihaknya belum berani menyebut jumlah penerima bansos yang terkena dampak indikator judi online.
Pasalnya, sistem Perlinsos belum menampilkan indikator tersebut secara rinci seperti data kepemilikan aset, sertifikat, kendaraan, maupun status pekerjaan.
“Kami sedang mencari dan menelusuri data-data terkait itu. Jangan dulu dipastikan jumlahnya karena kami tidak berani memastikan,” ujarnya.
Tidak Otomatis Gugurkan Bantuan
Aminah juga meminta masyarakat tidak langsung menyimpulkan bahwa warga yang masuk dalam indikator tertentu otomatis tidak layak menerima bansos.
Pemerintah melihat kondisi keluarga secara menyeluruh. Temuan pada satu anggota keluarga juga dapat memengaruhi hasil pemadanan data keluarga.
Aminah mencontohkan penerima lanjut usia yang masih tinggal dalam satu keluarga. Jika sistem menemukan indikator tertentu pada anggota keluarga lainnya, kondisi tersebut dapat ikut memengaruhi kelayakan penerima.
Karena itu, masyarakat tetap memiliki ruang untuk menyanggah apabila data dalam sistem tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
“Kalau memang secara faktual sudah diketahui, silakan disanggah. Tapi kalau baru dugaan, kita tidak bisa memastikan,” pungkasnya.
Selain indikator judi online, Dinas Sosial menggunakan sejumlah data lain dalam proses pemadanan penerima bansos.
Status pekerjaan anggota keluarga menjadi salah satu faktor. Ketika seorang anggota keluarga sudah bekerja dan menerima upah, data kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dapat memengaruhi hasil pemadanan.
Penggunaan NIK untuk mendaftarkan listrik nonsubsidi juga dapat memunculkan persoalan serupa.
Aminah mengatakan, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pembaruan data penerima bansos. Masyarakat dapat mengajukan pembaruan melalui pemerintah desa, aplikasi Perlinsos, maupun IKD.
“Tidak ada istilah menurunkan atau menaikkan desil. Yang ada pembaruan data,” tegasnya. (*)




