“Nyemulak”, Sade Bangkit Menjaga Warisan Sasak
Lombok Tengah (NTBSatu) – Kampung Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, mulai membangun kembali rumah adat dan Masjid Sade pascakebakaran.
Masyarakat bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB mengawali rekonstruksi melalui tradisi Nyemulak, Kamis, 3 September 2026.
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, hadir dalam prosesi pemasangan tiang pertama. Bagi masyarakat Sasak Rembitan, Nyemulak menjadi bagian dari tata cara adat saat memulai pembangunan.
Tradisi tersebut juga menjadi bentuk penghormatan terhadap leluhur serta ikhtiar agar proses pembangunan berjalan aman dan membawa keberkahan.
Miq Iqbal menilai, rekonstruksi Sade harus menjaga karakter asli kampung adat. Menurutnya, wisatawan datang bukan hanya untuk melihat bangunan, tetapi juga mengenal tradisi, arsitektur, ritual, serta kehidupan masyarakat Sasak.
“Pemasangan tiang pancang pertama atau Nyemulak ini merupakan ikhtiar panjang dalam melakukan rekonstruksi Kampung Adat Sade. Dalam proses pembangunan ini harus tetap sabar,” ujar Miq Iqbal, Kamis, 3 September 2026.
Rekonstruksi Jaga Karakter Sade
Iqbal meminta pemerintah segera membentuk Satuan Tugas (Satgas) Rekonstruksi Sade. Satgas tersebut akan melibatkan pemerintah, masyarakat adat, serta pihak terkait untuk memperkuat koordinasi selama proses pembangunan.
“Proses pembangunan ini tidak boleh terburu-buru. Wisatawan datang ke Sade karena ingin melihat bangunan yang bercerita tentang budaya masyarakat Sasak serta ritual dan kehidupan yang ada di NTB. Karena itu, nilai awal Sade harus dikembalikan,” tegasnya.
Iqbal juga mendorong pembentukan rekening bersama untuk mengelola bantuan secara transparan. Selain itu, ia meminta percepatan pembangunan museum semi permanen agar wisatawan tetap dapat mengenal sejarah dan budaya Sade selama proses rekonstruksi.
75 Rumah Adat Terdampak
Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri mengatakan, Nyemulak menandai awal pembangunan kembali rumah adat Sasak dan Masjid Sade. Ia menilai, momentum bulan Maulid Nabi Muhammad SAW memberi makna tersendiri bagi proses tersebut.
“Bulan Maulid Nabi Muhammad ini merupakan waktu yang terbaik, sehingga pembangunan rumah di Kampung Adat Sade ini dimulai hari ini,” kata Pathul.
Sementara itu, Koordinator Rekonstruksi Rumah Adat Sade, H. Lalu Moh. Faozal mengatakan, masyarakat Dusun Sade telah menyepakati hari pelaksanaan Nyemulak melalui musyawarah.
“Hari ini merupakan hari baik yang telah disepakati bersama untuk pemasangan tiang pancang pembangunan Masjid dan Rumah Adat Sade,” ujarnya.
Sebagai informasi, pendataan pascakebakaran mencatat 75 rumah adat, delapan berugak, enam sekenam, satu masjid, dua toilet, dan 69 artshop terdampak. Rekonstruksi akan berjalan secara bertahap dengan tetap menjaga nilai dan identitas budaya Sasak Rembitan. (*)




