Bupati Jarot Dorong Digitalisasi Keuangan RSUD dan Puskesmas
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., mendorong digitalisasi pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Sumbawa dan seluruh puskesmas di Kabupaten Sumbawa.
Bupati menyampaikan hal tersebut saat menghadiri peluncuran Digitalisasi Keuangan BLUD RSUD Sumbawa dan Puskesmas se-Kabupaten Sumbawa di Aula Lantai I Kantor Bupati Sumbawa, Rabu 2 September 2026.
Dalam program ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa menggandeng Bank Negara Indonesia (BNI). Kerja sama tersebut mendorong perubahan sistem pengelolaan keuangan dari manual menjadi elektronik.
Menurut Jarot, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperbaiki tata kelola keuangan fasilitas kesehatan. Selain itu, sistem elektronik dapat mendukung pengelolaan yang lebih efisien, transparan, dan akuntabel.
Bupati Dorong Modernisasi Administrasi
Selanjutnya, Bupati Jarot menegaskan digitalisasi keuangan BLUD sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah. Pemkab Sumbawa ingin mempercepat modernisasi administrasi melalui pemanfaatan teknologi.
“Perbaikan sistem dari manual ke elektronik ini kami lakukan untuk mewujudkan tata kelola keuangan fasilitas kesehatan yang lebih efisien, transparan, dan akuntabel,” kata Bupati.
Selain memperbaiki administrasi, Pemkab Sumbawa berharap sistem tersebut membantu fasilitas kesehatan bekerja lebih optimal. Dengan sistem yang lebih modern, pengelolaan keuangan dapat berjalan lebih tertata.
Karena itu, Bupati menilai transformasi digital perlu mendukung kebutuhan pelayanan publik. Terlebih, RSUD dan puskesmas berhadapan langsung dengan masyarakat dalam memberikan layanan kesehatan.
Digitalisasi Dukung Layanan Kesehatan
Sementara itu, Bupati Jarot berharap, penerapan sistem digital tidak hanya mengubah proses administrasi. Lebih dari itu, sistem tersebut harus ikut mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan.
“Diharapkan seluruh puskesmas dan RSUD dapat bekerja lebih optimal dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik menuju Sumbawa yang Unggul, Maju, dan Sejahtera,” ujarnya.
Dengan demikian, digitalisasi keuangan BLUD menjadi salah satu langkah Pemkab Sumbawa dalam memperkuat tata kelola fasilitas kesehatan. Pemerintah daerah juga mendorong penerapan sistem yang transparan dan akuntabel.
Di sisi lain, kerja sama dengan BNI menjadi bagian dari upaya mempercepat transformasi administrasi keuangan sektor kesehatan. Pemkab Sumbawa berharap perubahan tersebut memberi dampak positif terhadap pengelolaan layanan kesehatan di daerah. (*)




