Lombok TengahPariwisata

Proyek Seaplane Batujai Tuai Penolakan, Nelayan Minta Jaminan Mata Pencaharian

Lombok Tengah (NTBSatu) – Nelayan dan masyarakat yang tinggal di sekitar Bendungan Batujai, Kabupaten Lombok Tengah, menyatakan penolakan terhadap rencana pembangunan hub seaplane. Mereka khawatir proyek tersebut menghilangkan mata pencaharian yang selama ini bergantung pada aktivitas perikanan di bendungan.

Ketua Kelompok Nelayan Karang Baru Barat Pade Genem, Beni Kusfandi mengatakan, masyarakat belum mendapat kepastian mengenai nasib mereka apabila Bendungan Batujai mulai difungsikan sebagai pusat operasional seaplane. Menurutnya, aktivitas nelayan menjadi sumber penghasilan utama bagi warga yang tinggal di sekitar bendungan.

“Kalau dibentuk sekarang untuk seaplane, otomatis masyarakat akan mati mata pencahariannya. Kalau memang ada pengganti penghasilan, apa jaminannya?” kata Beni kepada NTBSatu, Senin 29 Juni 2026.

IKLAN

Ia menyebutkan, bukan hanya nelayan di Dusun Karang Baru yang bergantung pada bendungan. Warga dari sejumlah desa di sekitar Bendungan Batujai juga memanfaatkan kawasan tersebut untuk mencari ikan sebagai sumber penghasilan sehari-hari.

Belum Ada Sosialisasi

Selain persoalan mata pencaharian, masyarakat mengaku belum pernah menerima sosialisasi dari pemerintah mengenai rencana pembangunan hub seaplane. Informasi yang mereka peroleh selama ini hanya berasal dari kabar yang beredar di tengah masyarakat.

Salah seorang warga, Akbar Tanjung mengatakan, masyarakat belum mengetahui seperti apa dampak maupun manfaat yang akan mereka terima jika proyek tersebut benar-benar berjalan. Karena itu, ia meminta pemerintah melibatkan warga dalam setiap tahapan perencanaan.

IKLAN

“Kami ingin ada sosialisasi. Kalau memang proyek ini tetap berjalan, apa pengganti untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat di sini?” ujarnya.

Akbar menambahkan, masyarakat tidak menutup ruang dialog dengan pemerintah. Menurutnya, warga siap duduk bersama untuk mencari solusi yang mampu mengakomodasi kepentingan pembangunan sekaligus menjaga keberlangsungan mata pencaharian masyarakat.

Sebelumnya, Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri, menyampaikan kehadiran seaplane di Bendungan Batujai berpotensi memperkuat konektivitas transportasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Menurut Pathul, operasional terminal seaplane akan membuka aktivitas ekonomi baru yang memberi dampak positif bagi masyarakat sekitar. Ia menilai, pergerakan ekonomi di Lombok Tengah akan berlangsung lebih cepat dengan hadirnya moda transportasi tersebut.

“Tentu dengan adanya terminal ini akan berdampak positif bagi masyarakat, pergerakan ekonomi bisa lebih cepat di wilayah kita, di Kabupaten Lombok Tengah,” ujar Pathul.

Hingga kini, masyarakat sekitar Bendungan Batujai masih menunggu penjelasan lebih lanjut mengenai dampak proyek tersebut terhadap aktivitas nelayan.

Mereka berharap pemerintah tidak hanya menghadirkan pembangunan, tetapi juga memastikan keberlangsungan mata pencaharian warga yang selama ini bergantung pada bendungan. (*)

Artikel Terkait