Lombok Tengah

Nelayan Hilang di Perairan Areguling Lombok Tengah Ditemukan Meninggal Dunia

Mataram (NTBSatu) – Operasi pencarian nelayan yang dilaporkan belum kembali melaut di perairan Pantai Areguling, Kabupaten Lombok Tengah, membuahkan hasil.

Setelah melakukan pencarian sejak pagi, Tim SAR Gabungan menemukan korban bernama Suparta dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis siang, 3 September 2026.

Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, melalui Koordinator Unit Siaga SAR Mandalika, I Gde Eka Suarjana mengatakan, pihaknya menemukan korban setelah melakukan penyisiran di permukaan air dan penyelaman.

IKLAN

“Kami temukan sekitar sekitar pukul 15.00 Wita. Tim menemukan korban di sekitar lokasi kejadian pada kedalaman kurang lebih 10 meter,” ucapnya.

Setelah itu, tim mengevakuasi jenazah korban dan membawanya ke rumah duka di Dusun Baturiti, Desa Kuta, Kabupaten Lombok Tengah.

“Setelah menemukan korban, operasi SAR terhadap Suparta kami nyatakan selesai,” jelasnya.

IKLAN

Operasi SAR ini melibatkan beberapa unsur gabungan. Terdiri dari Unit Siaga SAR Mandalika, Pos Polair Mandalika, Polairud Polda NTB, Polairud Polres Lombok Tengah, Polsek Kuta, Babinsa Kuta. Kemudian, Damkartan Lombok Tengah, penyelam tradisional, nelayan dan warga setempat.

Sebagai informasi, tim SAR mendapat laporan bahwa nelayan tersebut pergi melaut untuk mencari cumi-cumi pada Rabu, 2 September 2026 sekitar pukul 07.00 Wita.

Nelayan setempat sempat menemukan perahu korban dalam kondisi rusak. Utamanya pada bagian dek bawah hingga menyebabkan kebocoran.

Pada hari kedua operasi SAR ini, Tim Rescue Unit Siaga SAR Mandalika bersama unsur SAR gabungan melakukan penyisiran di sekitar lokasi. Mereka menggunakan rubber boat dan perahu nelayan.

“Pencarian juga melibatkan penyelam tradisional yang melakukan penyelaman di sekitar lokasi hilangnya korban,” tandas Gde Eka Suarjana. (*)

Artikel Terkait