Sawah Kuripan Timur Mengering, Hampir 20 Hektare Gagal Panen
Lombok Barat (NTBSatu) – Kekeringan membuat sebagian lahan pertanian di Desa Kuripan Timur, Lombok Barat, gagal panen. Puluhan hektare lahan tak mendapatkan pasokan air.
Kepala Desa Kuripan Timur, Anwar Efendi, menyebut luas lahan pertanian di desanya mencapai sekitar 168 hektare. Namun, sejumlah titik mengalami kekeringan parah pada musim tanam ketiga tahun ini.
“Jadi 168 hektare dan kebetulan di tahun ini ada beberapa titik tempat yang paling kering,” kata Anwar, Rabu, 23 September 2026.
Warga kemudian memilih tanaman yang lebih mampu bertahan dalam kondisi minim air. Mereka menanam kedelai dan kacang hijau untuk mengurangi risiko kerugian. Namun, sebagian tanaman lain tidak mampu bertahan tanpa pasokan air.
“Sehingga warga-warga ini kan memilih untuk menanam kedelai, kacang hijau yang bertahan, tapi kalau yang lain itu pasti hancur,” katanya.
Hampir 20 Hektare Rugi Total
Anwar menyebut, hampir 20 hektare lahan mengalami kerugian total. Lahan tersebut tidak memperoleh pasokan air sama sekali selama musim tanam.
“Kalau yang rugi total itu hampir 20 hektar yang rugi total, yang enggak dapat air sama sekali,” ungkapnya.
Anwar juga merasakan langsung dampak kekeringan tersebut. Ia juga mengelola sekitar 1,5 hektare lahan. Ia menanam jagung dengan modal sekitar Rp5 juta. Namun, tanaman tersebut gagal total karena tidak memperoleh pasokan air.
“Kalau yang sekarang di Musim Tanam ketiga ini, termasuk saya sendiri, 1 hektare setengah gagal total juga,” katanya.
Kerugian juga dirasakan warga. Sayani, warga setempat, mengatakan lima petak sawah miliknya mengalami gagal panen. Lahan tersebut memiliki luas sekitar 25 are. Ia menanam jagung dan kacang hijau pada lahan tersebut.
“Gagal panen, kacang hijau cuma dapat 25 Kilogram,” kata Sayani, Rabu, 23 September 2026.
Ia menanggung kerugian sekitar Rp2 juta hingga Rp3 juta dari tanaman jagung. Biaya tersebut belum mencakup seluruh pengeluaran untuk tanaman kacang hijau. “Kalau biayanya 2-3 juta dengan pupuk dan bibit,” imbuhnya.
Desa Harapkan 10 Sumur Bor
Pemerintah Desa Kuripan Timur telah mencari alternatif untuk mengatasi persoalan tersebut. Pemdes mengaku sudah mendatangi Balai Wilayah Sungai (BWS) Provinsi NTB.
Pertemuan tersebut membahas solusi pengairan bagi lahan pertanian Kuripan Timur. Anwar mengatakan pihaknya mengusulkan pembangunan sumur bor di kawasan pertanian.
“Kami ingin dan sudah buatkan proposal jadi agar lahan kami yang 168 hektare ini paling tidak ada 10 sumur bor yang ada,” ujarnya.
Pemdes berharap, sumur bor dapat mengantisipasi kekeringan pada musim tanam berikutnya. “Sehingga bisa mencegah kekeringan ini dan di musim tanam selanjutnya bisa aman,” tutup Anwar. (*).




