NTB

Dekranasda NTB Dorong Sentra Tenun Baru Pascakebakaran Sade

Mataram (NTBSatu) – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTB mendorong pemulihan ekonomi warga Desa Adat Sade, Kabupaten Lombok Tengah, pascakebakaran yang melanda kawasan tersebut.

Ketua Dekranasda NTB, Hj. Sinta Agathia Iqbal mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan dinas terkait untuk membantu penenun lokal. Bantuan mencakup alat tenun, bahan benang, hingga rencana pembangunan sentra penenun terpadu.

Kementerian Pariwisata menargetkan 40 unit alat tenun bantuan tiba pada Oktober 2026. Bantuan tersebut akan menyasar penenun perempuan yang kehilangan mata pencaharian akibat kebakaran.

IKLAN

“Prioritas utama adalah warga yang menjadi korban kebakaran karena mereka memang mencari nafkah dari menenun. Selain memberikan bantuan alat jenis gedogan dan bahan awal benang, kami mengusulkan pembuatan sentra penenun bersama di dalam kawasan Desa Sade,” ujarnya, Kamis, 3 September 2026.

Sinta menjelaskan, sentra tersebut nantinya menjadi tempat para perajin memproduksi sekaligus memasarkan tenun. Konsep ini bertujuan memperkuat pengelolaan usaha serta membantu warga memulihkan pendapatan.

Selain bantuan peralatan, Dinas Pariwisata menyiapkan program peningkatan keterampilan atau upskilling. Program tersebut akan menggali motif khas Sade yang belum banyak berkembang dengan tetap menjaga identitas budaya lokal.

IKLAN

“Karena Sade adalah desa adat, warga harus tetap menjaga keotentikan tenun. Warga yang hampir 100 persen merupakan perempuan melakukan langsung proses pembuatan hingga penjualan, sehingga wisatawan dapat melihat prosesnya secara langsung,” jelas Sinta.

Dekranasda NTB bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah juga menyiapkan pendampingan sosial bagi warga terdampak. Program tersebut mencakup penguatan pola asuh, perbaikan gizi anak, serta pelatihan bahasa asing bagi pemuda.

“Kami juga mendorong anak-anak muda di Desa Sade, terutama yang bertindak sebagai pemandu wisata (guide), untuk belajar bahasa Inggris agar komunikasi dengan wisatawan mancanegara tidak lagi sebatas bahasa isyarat,” tambahnya.

Dekranasda NTB berharap bantuan alat dan pembentukan sentra tenun dapat membantu warga Sade memulihkan ekonomi sekaligus mempertahankan tradisi tenun sebagai bagian dari daya tarik wisata. (Japri)

Artikel Terkait