Harga Cabai di Kota Bima Tembus Rp60 Ribu per Kilogram
Kota Bima (NTBSatu) – Harga cabai di tingkat pedagang eceran melonjak tajam hingga menyentuh Rp60.000 per kilogram sejak seminggu terakhir. Kenaikan drastis dari harga normal Rp30.000 per kilogram ini dipicu oleh tingginya harga tebus pasokan dari daerah penghasil seperti Bima dan Lombok.
Salah seorang penjual cabai di Pasar Raya Kota Bima, Nina, mengonfirmasi lonjakan harga tersebut. Ia menyebutkan, kenaikan harga sudah berlangsung lebih dari satu minggu dan belum menunjukkan tanda-tanda akan merosot kembali.
“Kemarin ada Rp30.000. Kalau setiap hari kita jual seperti biasa kadang Rp60.000, kadang Rp55.000,” kata Nina pada NTBSatu, Kamis, 3 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, dalam kondisi normal, harga cabai sebenarnya berada di kisaran Rp30.000 hingga Rp40.000 per kilogram. Namun, dinamika pasar membuat pergerakan harga menjadi sulit untuk para pedagang prediksi.
“Iya, kalau lagi turun ya turun. Kalau lagi naik, naik ya,” ujar Nina.
Saat ditanya mengenai kemungkinan harga kembali stabil dalam waktu dekat, Nina mengaku tidak dapat memastikan. Sebagai pekerja yang mengurus lapak harian, ia hanya menjual pasokan yang dikirim oleh pemilik usaha. “Kalau turun enggak tahu lagi sekarang sama distributornya,” ungkap Nina.
Pengaruh Pergerakan Pasokan
Terkait pasokan barang, Nina menyebut cabai yang ia jual saat ini merupakan pasokan yang datang langsung dari kawasan Bima dan Lombok. Pergerakan pasokan antarwilayah ini menjadi salah satu faktor penentu ketersediaan stok di tingkat pedagang eceran.
“Ini kita ambil dari petani yang orang Bima. Kadang juga sering ambil dari Lombok,” tutur Nina singkat.
Meskipun terdapat perbedaan asal daerah pasokan, seperti pasokan dari Lombok hal tersebut tidak memengaruhi harga jual akhir di tingkat eceran. Nina menegaskan, patokan harga tetap mengalami penyesuaian dengan harga tebus dari distributor.
Hingga saat ini, para pedagang eceran masih menunggu kepastian stabilitas pasokan dari para distributor utama guna menekan harga kembali ke batas normal. “Enggak tahu pasti harganya dari sana, ngambilnya juga enggak tahu. Tapi kita jual juga Rp60.000 kalau dari Lombok juga,” imbuh Nina.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Koperindag) Kota Bima, Ruslan menerangkan, kenaikan harga cabai tersebut karena berkurangnya pasokan pengiriman cabai dari Lombok.
“Cabai harga Rp60.000 karena pengiriman dari lombok berkurang,” jelasnya singkat, pada Kamis, 3 September 2026.




