Bulan Maulid, Daging Sapi dan Ayam di Mataram Makin Mahal
Mataram (NTBSatu) — Harga daging sapi dan daging ayam ras mengalami kenaikan selama bulan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Tim Gabungan Dinas Perdagangan Kota Mataram bersama Asisten II Setda Kota Mataram menemukan kenaikan tersebut saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga bahan pangan pada Rabu, 2 September 2026.
Harga daging sapi segar kini mencapai Rp160.000 per kilogram. Angka itu naik cukup tinggi dari harga normal sekitar Rp125.000 per kilogram. Sebelumnya, harga tertinggi daging sapi hanya berkisar Rp140.000 per kilogram.
Harga daging ayam ras juga naik hingga Rp45.000 per kilogram, melampaui Harga Acuan Pembelian (HAP) sekitar Rp40.000 per kilogram.
Kepala Bidang Pengawasan dan Bahan Pokok Penting (Bapokting) Dinas Perdagangan Kota Mataram, Sri Wahyunida mengatakan, kenaikan harga terjadi karena pasokan distributor berkurang, sementara permintaan masyarakat meningkat selama bulan Maulid.
“Untuk daging sapi dan daging ayam memang mengalami kenaikan harga. Pasokan daging sapi berkurang. Pedagang yang biasanya mendapat pasokan 100 kilogram, kini hanya mendapat 70 kilogram dan langsung habis,” ujar Sri Wahyunida, Rabu, 2 September 2026.
Sri menjelaskan, masyarakat Mataram cenderung memilih daging sapi segar dibanding daging beku. Kebutuhan juga meningkat karena tradisi roah yang berlangsung selama bulan Maulid.
“Memang kultur masyarakat kita cenderung memilih daging sapi segar dibanding daging beku. Ditambah lagi kebutuhan meningkat untuk tradisi roah pada bulan Maulid,” katanya.
Untuk daging ayam ras, pedagang biasanya menerima pasokan sekitar 150 kilogram. Kini jumlah tersebut turun menjadi sekitar 75 kilogram. Kondisi itu ikut mendorong kenaikan harga hingga Rp45.000 per kilogram.
Sri juga meluruskan informasi yang beredar melalui media sosial mengenai harga daging ayam mencapai Rp75.000 per kilogram. Menurutnya, harga tersebut kemungkinan berlaku untuk daging ayam fillet atau tanpa tulang.
“Kalau ada harga Rp70.000 sampai Rp75.000 per kilogram, kemungkinan itu untuk daging ayam fillet atau tanpa tulang. Untuk ayam utuh, rata-rata sekitar Rp45.000 per kilogram,” jelasnya.
Kenaikan Harga Masih Wajar
Sementara itu, Asisten II Setda Kota Mataram, Miftahurrahman, menilai kenaikan harga masih wajar mengikuti hukum permintaan dan penawaran pasar. Menurutnya, peningkatan kebutuhan selama bulan Maulid turut memengaruhi harga.
“Ini hukum permintaan pasar. Yang perlu kita lihat bukan hanya kenaikannya, tetapi barangnya masih tersedia. Tidak sampai stok kosong. Namun, tentu perlu pengawasan lanjutan,” ujar Miftahurrahman.
Miftahurrahman mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram akan terus memantau harga serta pasokan bahan pangan selama bulan Maulid. Pemerintah juga memastikan kenaikan harga daging belum menunjukkan kondisi kelangkaan.
Sementara itu, harga sejumlah komoditas hortikultura masih relatif stabil. Pasokan yang melimpah membuat sejumlah komoditas berada bawah HAP.
Cabai rawit lokal Rp55.000 per kilogram, Cabai rawit luar Rp50.000 per kilogram, Cabai merah besar Rp15.000 per kilogram, Bawang merah, Rp25.000 per kilogram. (*)




