Harga Ayam di Lombok Tengah Tembus Rp60 Ribu Per Kilogram, Pedagang Mie Ayam Ngaku Kelimpungan
Lombok Tengah (NTBSatu) – Kenaikan harga Ayam mulai dirasakan pedagang makanan di Lombok Tengah. Salah satunya Firyal Aqila, penjual mie ayam, yang mengaku harus membeli ayam dengan harga mencapai Rp60.000 per kilogram.
Firyal mengatakan, harga tersebut ia ketahui setelah menitip pembelian cabai kepada salah satu warung. Meski harganya sudah tinggi, stok ayam yang ia dapatkan pun tidak sesuai kebutuhan.
“Kemarin Rp60.000 harganya sekilo. Mau tidak mau beli saja. Tapi tidak dapat. Sudah mahal pun tidak dapat,” kata Firyal kepada NTBSatu, Rabu 2 September 2026.
Kenaikan harga ayam turut menekan keuntungan usahanya. Sebab, ayam menjadi salah satu bahan utama jualannya.
“Jadinya ini kita kan makin kecil untungnya.tapi mau tidak mau karena kita butuh, jadi ambil saja,” ujarnya.
Untuk menyiasati kenaikan biaya produksi, Firyal sebelumnya sudah menaikkan harga beberapa menu. Namun, kenaikannya hanya sekitar Rp1.000.
Ia menyebut, sejumlah menu yang sebelumnya dijual Rp8.000 kini menjadi Rp9.000, sementara menu lainnya naik menjadi Rp14.000. Meski begitu, ia mengaku kenaikan harga tersebut tetap menjadi keputusan yang berat.
“Pusing banget, susah banget. Makanya naik Rp1.000 pun alhamdulillah orang-orang pada ngerti,” tuturnya.
Tak hanya cabai, biaya kemasan juga ikut membebani usahanya. Firyal memilih menggunakan paper bowl karena banyak pelanggannya merupakan pekerja kantoran yang tidak membawa mangkuk atau piring.
Harga kemasan tersebut juga mengalami kenaikan cukup tinggi. Firyal mengatakan harga paper bowl yang sebelumnya ia beli Rp18.000 kini mencapai Rp28.000.
“Jadi sangat berpengaruh banget,” katanya.
Kondisi tersebut membuat Firyal harus menghitung kembali biaya produksi dan harga jual agar usahanya tetap berjalan tanpa terlalu membebani pelanggan. (*)




